Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
22 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
11 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Didukung Konsumsi Rumah Tangga, Ekonomi Indonesia Stabil di Tengah Tekanan Global

Didukung Konsumsi Rumah Tangga, Ekonomi Indonesia Stabil di Tengah Tekanan Global
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sabtu, 24 Mei 2025 06:02 WIB

JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan, pada kuartal pertama 2025, pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 4,87 persen.

Menurut Sri Mulyani, angka ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia, dengan konsumsi rumah tangga sebagai penggerak utama.

“Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan sangat signifikan, menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB),” ungkapnya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (23/5/2025).

Data mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen, menandakan daya beli masyarakat masih terjaga. Namun, Menteri Keuangan menyoroti lemahnya investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang hanya tumbuh 2,12 persen—terendah dalam empat tahun terakhir.

“Pertumbuhan PMTB ini patut menjadi perhatian. Kita harus dorong investasi agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Selain itu, konsumsi pemerintah tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,38 persen, karena tidak adanya belanja pemilu dan bantuan sosial seperti tahun sebelumnya. Di sisi lain, ekspor dan impor tumbuh masing-masing 6,78 persen dan 3,96 persen, menunjukkan aktivitas perdagangan masih cukup positif.

Dari sisi produksi, sektor pertanian mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,52 persen, disusul perdagangan (5,03 persen) dan manufaktur (4,55 persen).

“Pertanian menjadi bintang pada kuartal ini, dengan lonjakan signifikan di atas 10 persen. Ini patut diapresiasi,” tambah Sri Mulyani.

Sektor-sektor lain seperti konstruksi, transportasi, komunikasi, jasa keuangan, dan akomodasi juga tumbuh positif. Namun, sektor pertambangan mencatat kontraksi akibat penurunan harga komoditas global.

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah akan terus menjaga momentum pemulihan ekonomi dan mendorong sektor-sektor produktif agar pertumbuhan dapat ditingkatkan secara merata. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Ekonomi, KONI
wwwwww