Tragedi BMW di Sleman, DPR Tegaskan Penegakan Hukum Harus Tegas dan Adil
![]() |
| Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am). |
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) untuk mengusut secara menyeluruh kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil BMW dengan pelat B 1442 NAC dan menewaskan seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Argo di Jalan Palagan, Sleman.
Sahroni menegaskan bahwa penyelidikan tidak boleh tebang pilih dan harus dilaksanakan secara profesional dan transparan.
"Polda DIY harus bertindak tegas dan tidak pandang bulu. Jangan sampai ada kesan hukum bisa ditekuk demi kepentingan pihak tertentu," ujarnya, Senin (26/5/2025).
Ia menyoroti beredarnya isu bahwa pelaku, yang juga disebut-sebut sebagai mahasiswa UGM berinisial CP, mendapat dukungan kuat dari orang tuanya yang dikabarkan memiliki kekuatan finansial dan politik.
"Apalagi isu yang bergulir, diduga orang tua dari anak ini memiliki uang dan pengaruh. Siapa peduli? Anaknya sudah merenggut nyawa orang, maka harus hadapi konsekuensi pidananya," tegasnya.
Sahroni menyatakan akan memantau langsung proses hukum kasus ini untuk memastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun.
"Polisi awas jangan sampai digembosi. Ingat, publik memantau dan menilai," sambungnya.
Argo meninggal dunia di tempat akibat benturan keras dalam insiden tersebut. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi sorotan nasional dan memunculkan desakan dari publik agar hukum ditegakkan tanpa memandang status sosial pelaku. (ant)
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Kategori | : | Olympic, Voli, DKI Jakarta, DI Yogyakarta |













