Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
6 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
19 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
6 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi BMW di Sleman, DPR Tegaskan Penegakan Hukum Harus Tegas dan Adil

Tragedi BMW di Sleman, DPR Tegaskan Penegakan Hukum Harus Tegas dan Adil
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am).
Senin, 26 Mei 2025 19:03 WIB

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) untuk mengusut secara menyeluruh kasus kecelakaan maut yang melibatkan mobil BMW dengan pelat B 1442 NAC dan menewaskan seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Argo di Jalan Palagan, Sleman.

Sahroni menegaskan bahwa penyelidikan tidak boleh tebang pilih dan harus dilaksanakan secara profesional dan transparan.

"Polda DIY harus bertindak tegas dan tidak pandang bulu. Jangan sampai ada kesan hukum bisa ditekuk demi kepentingan pihak tertentu," ujarnya, Senin (26/5/2025).

Ia menyoroti beredarnya isu bahwa pelaku, yang juga disebut-sebut sebagai mahasiswa UGM berinisial CP, mendapat dukungan kuat dari orang tuanya yang dikabarkan memiliki kekuatan finansial dan politik.

"Apalagi isu yang bergulir, diduga orang tua dari anak ini memiliki uang dan pengaruh. Siapa peduli? Anaknya sudah merenggut nyawa orang, maka harus hadapi konsekuensi pidananya," tegasnya.

Sahroni menyatakan akan memantau langsung proses hukum kasus ini untuk memastikan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

"Polisi awas jangan sampai digembosi. Ingat, publik memantau dan menilai," sambungnya.

Argo meninggal dunia di tempat akibat benturan keras dalam insiden tersebut. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi sorotan nasional dan memunculkan desakan dari publik agar hukum ditegakkan tanpa memandang status sosial pelaku. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta, DI Yogyakarta
wwwwww