Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
7 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
14 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Dua Langkah Terakhir Timnas, Mimpi Piala Dunia Masih Bisa Dikejar

Dua Langkah Terakhir Timnas, Mimpi Piala Dunia Masih Bisa Dikejar
Pesepak bola Timnas Indonesia Rizky Ridho (tengah) bersama rekan-rekannya mengikuti sesi latihan resmi jelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025).(foto: antara)
Kamis, 05 Juni 2025 05:17 WIB

JAKARTA – Harapan Timnas Indonesia untuk terbang ke panggung Piala Dunia 2026 belum padam. Namun, jalan yang tersisa penuh tantangan dan tuntutan hasil sempurna. Dua laga tersisa di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia akan jadi ujian terakhir.

Garuda saat ini menempati peringkat keempat dengan 9 poin, tepat di bawah Arab Saudi (10 poin) dan Australia (13 poin). Hanya Jepang yang sudah memastikan tiket ke putaran keempat dengan 20 poin. Satu slot otomatis masih terbuka dan jadi rebutan tiga tim teratas di bawahnya.

Langkah Pertama: Kalahkan China di Jakarta

Laga melawan China di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (6/6/2025), jadi partai hidup-mati pertama. Indonesia wajib menang. Kekalahan akan membuat peluang menipis drastis, apalagi mengingat pada pertemuan pertama, China menang 2-1.

Namun kini, performa China merosot tajam. Mereka mencatat rekor kebobolan tertinggi di grup (19 gol) dan tengah dalam tren negatif. Sebaliknya, Indonesia menunjukkan perkembangan positif, termasuk kemenangan atas Arab Saudi dan hasil imbang lawan Australia.

Langkah Kedua: Coba Curi Poin di Jepang

Setelah itu, Indonesia harus menantang Jepang di Osaka (11/6/2025). Walaupun Jepang sudah lolos, mereka tetap menurunkan tim tangguh, dipimpin Wataru Endo, Takefusa Kubo, dan Daichi Kamada. Pelatih Hajime Moriyasu juga memberi menit bermain bagi sejumlah pemain muda, menjadikan laga ini tetap sulit diprediksi.

Poin dari laga ini akan sangat menentukan, terutama jika Indonesia ingin melampaui Australia dan Arab Saudi di klasemen akhir.

Skenario Lolos Langsung: Peluang Tipis, Tapi Masih Ada

Untuk finis sebagai runner-up dan lolos otomatis ke putaran keempat, Indonesia wajib menang dua kali. Kemudian berharap Australia tak meraih lebih dari satu poin dari dua laga terakhirnya (vs Jepang dan Arab Saudi).

Jika Australia hanya meraih dua hasil imbang, Indonesia butuh selisih gol besar karena saat ini tertinggal jauh (Indonesia -6, Australia +7). Artinya, Garuda butuh keajaiban di dua sisi: menang besar dan berharap Australia kalah besar pula.

Skenario Lolos ke Babak Berikutnya: Lebih Realistis

Jika gagal di jalur langsung, Indonesia bisa tetap melaju ke putaran keempat sebagai peringkat tiga atau empat. Untuk itu, kemenangan atas China menjadi kunci untuk mengunci posisi empat besar.

Di putaran keempat, enam tim dari peringkat tiga dan empat grup A, B, dan C akan dibagi menjadi dua grup kecil. Juara grup langsung lolos ke Piala Dunia, sementara runner-up menjalani playoff zona Asia lalu playoff antarkonfederasi.

Masih Ada Harapan, Tapi Butuh Fokus Total

Piala Dunia 2026 bukan mimpi kosong. Tapi untuk mewujudkannya, Garuda harus bermain tanpa cela di dua pertandingan tersisa. Tak ada ruang untuk terpeleset. Setiap gol akan berarti. Setiap detik akan menentukan.

Ini bukan sekadar laga. Ini tentang sejarah. Tentang apakah Indonesia akan kembali jadi penonton, atau akhirnya punya tempat di panggung dunia. (ant)

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Kategori:Sepakbola, Basket
wwwwww