Dua Langkah Terakhir Timnas, Mimpi Piala Dunia Masih Bisa Dikejar
![]() |
| Pesepak bola Timnas Indonesia Rizky Ridho (tengah) bersama rekan-rekannya mengikuti sesi latihan resmi jelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (4/6/2025).(foto: antara) |
JAKARTA – Harapan Timnas Indonesia untuk terbang ke panggung Piala Dunia 2026 belum padam. Namun, jalan yang tersisa penuh tantangan dan tuntutan hasil sempurna. Dua laga tersisa di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia akan jadi ujian terakhir.
Garuda saat ini menempati peringkat keempat dengan 9 poin, tepat di bawah Arab Saudi (10 poin) dan Australia (13 poin). Hanya Jepang yang sudah memastikan tiket ke putaran keempat dengan 20 poin. Satu slot otomatis masih terbuka dan jadi rebutan tiga tim teratas di bawahnya.
Langkah Pertama: Kalahkan China di Jakarta
Laga melawan China di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (6/6/2025), jadi partai hidup-mati pertama. Indonesia wajib menang. Kekalahan akan membuat peluang menipis drastis, apalagi mengingat pada pertemuan pertama, China menang 2-1.
Namun kini, performa China merosot tajam. Mereka mencatat rekor kebobolan tertinggi di grup (19 gol) dan tengah dalam tren negatif. Sebaliknya, Indonesia menunjukkan perkembangan positif, termasuk kemenangan atas Arab Saudi dan hasil imbang lawan Australia.
Langkah Kedua: Coba Curi Poin di Jepang
Setelah itu, Indonesia harus menantang Jepang di Osaka (11/6/2025). Walaupun Jepang sudah lolos, mereka tetap menurunkan tim tangguh, dipimpin Wataru Endo, Takefusa Kubo, dan Daichi Kamada. Pelatih Hajime Moriyasu juga memberi menit bermain bagi sejumlah pemain muda, menjadikan laga ini tetap sulit diprediksi.
Poin dari laga ini akan sangat menentukan, terutama jika Indonesia ingin melampaui Australia dan Arab Saudi di klasemen akhir.
Skenario Lolos Langsung: Peluang Tipis, Tapi Masih Ada
Untuk finis sebagai runner-up dan lolos otomatis ke putaran keempat, Indonesia wajib menang dua kali. Kemudian berharap Australia tak meraih lebih dari satu poin dari dua laga terakhirnya (vs Jepang dan Arab Saudi).
Jika Australia hanya meraih dua hasil imbang, Indonesia butuh selisih gol besar karena saat ini tertinggal jauh (Indonesia -6, Australia +7). Artinya, Garuda butuh keajaiban di dua sisi: menang besar dan berharap Australia kalah besar pula.
Skenario Lolos ke Babak Berikutnya: Lebih Realistis
Jika gagal di jalur langsung, Indonesia bisa tetap melaju ke putaran keempat sebagai peringkat tiga atau empat. Untuk itu, kemenangan atas China menjadi kunci untuk mengunci posisi empat besar.
Di putaran keempat, enam tim dari peringkat tiga dan empat grup A, B, dan C akan dibagi menjadi dua grup kecil. Juara grup langsung lolos ke Piala Dunia, sementara runner-up menjalani playoff zona Asia lalu playoff antarkonfederasi.
Masih Ada Harapan, Tapi Butuh Fokus Total
Piala Dunia 2026 bukan mimpi kosong. Tapi untuk mewujudkannya, Garuda harus bermain tanpa cela di dua pertandingan tersisa. Tak ada ruang untuk terpeleset. Setiap gol akan berarti. Setiap detik akan menentukan.
Ini bukan sekadar laga. Ini tentang sejarah. Tentang apakah Indonesia akan kembali jadi penonton, atau akhirnya punya tempat di panggung dunia. (ant)













