Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Basket

Pertamina Amankan Distribusi Minyak, Selat Hormuz Terancam Ditutup

Pertamina Amankan Distribusi Minyak, Selat Hormuz Terancam Ditutup
Seorang Marinir AS mengamati sebuah kapal penyerang cepat Iran dari USS John P. Murtha selama transit di Selat Hormuz, Laut Arab di lepas pantai Oman. (antara foto/u.s. navy/donald holbert/handout via reuters/wsj)
Senin, 23 Juni 2025 09:31 WIB
JAKARTA – PT Pertamina (Persero) bergerak cepat menyikapi krisis geopolitik di Timur Tengah dengan menyiapkan jalur distribusi alternatif, menyusul keputusan Parlemen Republik Islam Iran untuk menutup Selat Hormuz. Jalur tersebut dikenal sebagai salah satu titik penting lalu lintas minyak dunia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyampaikan bahwa perusahaan telah menyiapkan pengalihan rute kapal menuju jalur yang lebih aman melalui Oman dan India.

"Pertamina telah mengantisipasi hal tersebut dengan mengamankan kapal kita dan mengalihkan rute ke jalur yang lebih aman," ujarnya, Minggu (22/6/2025).

Selat Hormuz dilewati oleh sekitar 20 persen pelayaran minyak mentah dunia. Ancaman penutupannya tentu memicu kekhawatiran pasar global. Namun, Fadjar memastikan bahwa pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri masih terkendali.

"Kami masih menghitung dampak biaya operasional, namun stok minyak saat ini aman," urainya.

Senada, Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), Muhammad Baron, menegaskan pentingnya menjaga keselamatan kapal dan awak di tengah eskalasi konflik Iran-Israel.

"Faktor keselamatan menjadi prioritas kami. Rute alternatif akan kami terapkan untuk menjamin kelancaran pasokan," jelas Baron.

Ia menambahkan bahwa pengangkutan minyak akan disesuaikan dengan rute pasokan yang ada dan kebutuhan nasional.

Ketegangan meningkat sejak Jumat (13/6/2025), ketika Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah fasilitas strategis di Iran, termasuk lokasi militer dan nuklir. Iran membalas serangan itu dengan peluncuran rudal ke wilayah Israel.

Data dari otoritas masing-masing negara menyebutkan ratusan korban jiwa dan ribuan lainnya luka-luka. Situasi ini memicu intervensi Amerika Serikat yang menyerang fasilitas nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Langkah tersebut memperparah eskalasi, hingga akhirnya Parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran internasional. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Basket
wwwwww