Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pengurus Perbati Diminta Gerak Cepat, Ray Zulham Bidik Olimpiade Los Angeles 2028

Pengurus Perbati Diminta Gerak Cepat, Ray Zulham Bidik Olimpiade Los Angeles 2028
Ray Zulham Farras Nugraha. (Perbati)
Selasa, 24 Juni 2025 18:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Boleh-boleh saja Ray Zulham Farras Nugraha baru terjun di dunia tinju. Namun, Ray, panggilan karibnya, yang didaulat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) tidak tanggung-tanggung memasang target. Putra Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan ini membidik Olimpiade Los Ageles 2028.

“Indonesia kan sudah 24 tahun tidak meloloskan petinju ke Olimpiade. Jadi, saya ingin mengabdikan diri untuk membangun tinju amatir Indonesia. Target kita harus bisa punya wakil di Olimpiade Los Angeles 2028,” kata Ray saat makan bersama dengan jajaran pengurus Perbati di Jakarta, Selasa (24/6/2025).

Didampingi Sultan Sapta Bandaro, Ray paham beratnya tugas untuk bisa meloloskan petinju pada pesta olahraga akbar dunia empat tahunan tersebut. Makanya, dia mengajak seluruh jajaran memberikan masukan dan mencari bibit-bibit petinju berkualitas untuk dibina dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) mandiri.

“Saat ini, kita sudah memiliki 16 petinju dari hasil seleksi yang telah dilakukan. Mereka akan dibina dalam pelatnas mandiri yang ditangani langsung pelatih Thailand. Tetapi, saya ingin lebih banyak lagi petinju potensial yang bisa dibina. Ya, paling tidak kita punya pelatnas dua lapis. Makanya, saya minta teman-teman mencari petinju lainnya yang dianggap potensial agar bisa diseleksi kembali,” kata Ray.

Lebih jauh Ray mengaku terbantu adanya Seleksi Nasional Tinju yang dilakukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menghadapi SEA Games Thailand 2025. Makanya, katanya, Perbati siap membantu persiapan mereka yang terpilih dari seleknas tersebut. “Kita bukan hanya support niat Kemenpora yang menggelas Seleknas. Namun, kita bakal terbantu karena akan ada tambahan lagi petinju berkualitas yang bisa disiapkan menghadapi evengt-event internasional,” jelasnya.

Selain berbicara masalah seleksi petinju, Ray juga memahami betapa pentingnya keikutsertaan petinju Indonesia di ajang event internasional. Karena, dia yakin petinju andalan hanya akan lahir dari pertandingan internasional.
Untuk itu, dia menyebut, Perbati akan mengirimkan petinju ke berbagai event internasional di berbagai negara. “Semakin banyak mereka mengikuti pertandingan internasional bukan hanya kemampuannya lebih terasan tetapi juga mentalnya jadi teruji. Dan, saya yakin petinju Indonesia bis amenembus prestasi internasional jika program pembinaan dijalankan dengan baik,” jelasnya.

Yang lebih menarik lagi, Ray juga berbicara tentang kepentingan tinju amatir Indonesia ke depan. Dalam waktu dekat, Perbati akan menggelar program kepelatihan dengan mendatangkan pelatih dari World Boxing (WB).  

“Silahkan siapa pun pelatih boleh ikut  penataran tersebut tanpa dipungut bayaran. Karena, kualitas SDM pelatih itu penting ditingkatkan dalam upaya melahirkan petinju berkualitas. Kita harus banyak mencetak pelatih yang memiliki sertifikat internasional,” tambahnya.  ***

wwwwww