Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026

Terpeleset di Jalur Rinjani, Pendaki Asal Brasil Tewas di Kedalaman 600 Meter

Terpeleset di Jalur Rinjani, Pendaki Asal Brasil Tewas di Kedalaman 600 Meter
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki asal Brasil JDSP (27) yang terjatuh di Gunung Rinjani. (antara/sar mataram)
Rabu, 25 Juni 2025 10:23 WIB

MATARAM – Tim SAR gabungan berhasil menemukan JDSP (27), pendaki asal Brasil yang dilaporkan terjatuh di Gunung Rinjani. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di jurang sedalam 600 meter, Selasa (24/6) sekitar pukul 18.00 Wita.

Menurut Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, seorang personel SAR yang mencapai lokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban.

"Setelah pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan pada korban," katanya.

Tiga personel lainnya yang menyusul ke titik jatuh korban mengonfirmasi kondisi tersebut. Jenazah kemudian dibungkus untuk proses evakuasi.

Tim yang berada di titik terakhir korban terlihat (Last Known Position) segera menyusun rencana evakuasi dengan membagi personel ke beberapa titik.

Sebanyak tujuh personel melakukan flying camp, tiga di antaranya ditempatkan di anchor point kedua pada kedalaman 400 meter, sementara empat lainnya mendampingi korban di kedalaman 600 meter.

Cuaca buruk dan visibilitas minim memaksa tim untuk menunda proses evakuasi. Evakuasi direncanakan dilanjutkan pagi ini, Rabu (25/6), dengan metode pengangkatan jenazah ke titik atas.

"Setelah itu, jenazah akan dievakuasi dengan ditandu melewati jalur pendakian ke Posko Sembalun," ungkapnya.

Selanjutnya, dari Posko Sembalun, jenazah akan diterbangkan menggunakan helikopter menuju RS Bhayangkara Polda NTB. "Kami berharap proses evakuasi berjalan lancar dan tanpa hambatan," ujarnya. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Nasional, Nusa Tenggara Barat
wwwwww