Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Umum

Universitas Bakrie Dukung UMKM Ekspansi Pasar Lewat Kompetensi Keamanan Pangan

Universitas Bakrie Dukung UMKM Ekspansi Pasar Lewat Kompetensi Keamanan Pangan
Suasana kegiatan bersama narasumber dan peserta. (Ist)
Rabu, 25 Juni 2025 13:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA -  Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Universitas Bakrie menggelar Talk Show Pekan Raya Keamanan Pangan pada Jumat (20/6/2025) kemarin, di Kampus Bakrie Tower lantai 42, Jakarta. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Keamanan Pangan Dunia yang jatuh setiap tanggal 7 Juni 2025.

Menurut Ketua Program Studi ITP Universitas Bakrie, Kurnia Ramadhan, Ph.D., acara ini digagas untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya keamanan pangan, baik bagi UMKM sebagai pelaku usaha maupun masyarakat umum sebagai konsumen.

“Sekarang tidak cukup kalau produk cuma enak atau unik. UMKM juga harus mengerti bagaimana caranya biar produk mereka memenuhi standar keamanan pangan dan punya izin edar resmi. Kalau dua ini sudah beres, pasti lebih gampang tembus ke pasar yang lebih besar” jelas Kurnia.

Talk show ini menghadirkan tiga narasumber yang ahli di bidang keamanan pangan. Salah satunya, Gilang Anugrah Putra, konsultan Food Safety and Quality Management, menjelaskan pentingnya UMKM memiliki sertifikasi FSSC 22000 agar produknya bisa diterima di pasar internasional.

“Saat ini kalau mau go internasional, produk kita wajib punya sertifikasi yang diakui secara global. Tanpa itu, bakal sulit bersaing” kata Gilang.

Gayu Putut Guritno, alumni Universitas Bakrie yang kini menjadi Quality Specialist di restoran cepat saji, turut berbagi pengalamannya dalam menjaga mutu produk pangan.

“Yang bikin konsumen balik lagi tuh kualitas produk yang konsisten. Begitu turun kualitasnya, mereka nggak pikir dua kali buat pindah ke produk lain” ujar Gayu.
Nova Arandika, petugas BPOM Tangerang sekaligus alumni Universitas Bakrie, menjelaskan secara sederhana tentang pentingnya UMKM mendapatkan izin edar BPOM agar produknya legal dan dipercaya konsumen.

Banyak sekali UMKM yang sebenarnya produknya bagus, tapi stuck gara-gara tidak tahu bagaimana cara urus izin edar. Kalau izin edar sudah jelas, pemasaran jadi lebih luas dan konsumen makin percaya beli produk kita” tambah Nova.

Acara yang dimoderatori oleh dosen Ilmu dan Teknologi Pangan sekaligus alumni, Tiara Indra Saraswati, ini berlangsung santai namun interaktif, diikuti oleh mahasiswa dan sejumlah pelaku UMKM. Selain digelar secara offline, acara ini juga disiarkan live melalui Instagram @foodtechbakrie agar bisa diakses audiens lebih luas.

“Produk pangan bukan hanya sekedar enak dan bergizi. Justru produk pangan harus aman dikonsumsi sebagai prasyarat utama. Pangan yang diproduksi sesuai standar keamanan pangan akan mudah mendapatkan izin edar, sehingga konsumen akan yakin dan terjamin untuk konsumsi produk tersebut” tutup Kurnia. ***

wwwwww