Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Beladiri

Tragedi Cemburu di Cisauk, Tiga Remaja Jalani Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Borgol

Tragedi Cemburu di Cisauk, Tiga Remaja Jalani Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Borgol
Para tersangka pembunuhan wanita berinisial APSD (22) saat melakukan reka adegan rekonstruksi di TKP yang terletak di Cisauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (22/7/2025). (foto: humas polda metro jaya)
Selasa, 22 Juli 2025 19:05 WIB

TANGERANG – Tragedi memilukan yang menimpa APSD (22), seorang wanita yang ditemukan tewas dalam kondisi terborgol, akhirnya mulai terang. Polisi menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) di Cisauk, Kabupaten Tangerang, memperagakan 75 adegan yang dilakukan oleh tiga pelaku berinisial RRP (19), IF (21), dan APH (17).

Kanit IV Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Charles Bagaisar Putra Alor, menyebutkan bahwa rekonstruksi mengungkap detail keji dari pembunuhan berencana bermotif cemburu dan dendam.

"Ada penambahan dari 67 menjadi 75 adegan, menggambarkan keseluruhan tindakan para pelaku mulai dari perencanaan hingga menghilangkan jejak," ujarnya, Selasa (22/7/2025).

Kisah bermula dari hubungan asmara antara RRP dan korban yang terjalin sejak 2022 namun kandas di 2024. RRP yang masih menaruh dendam dan memiliki utang Rp1,1 juta kepada korban, merasa terganggu oleh unggahan media sosial korban dengan pasangan barunya.

Rekonstruksi menggambarkan bagaimana ketiga pelaku merancang pertemuan di kontrakan Desa Cibogo, memaksa korban, melakukan kekerasan seksual, lalu membunuh korban menggunakan pisau, gunting, dan obeng.

Setelah korban meregang nyawa, tubuhnya dipindahkan ke semak dan ditutup dengan ranting. Polisi juga menghadirkan barang bukti seperti dua motor, senjata tajam, ponsel, dan pakaian korban.

Ketiganya ditangkap dari lokasi berbeda pada Kamis (17/7). RRP diamankan di Tegal, AP di Serpong, dan IF di Parung Panjang. Penangkapan dilakukan setelah penyidik mengumpulkan bukti dari CCTV, olah TKP, dan kesaksian warga.

Kasus ini menyisakan luka mendalam bagi publik dan menjadi potret gelap kekerasan berbasis relasi personal yang melibatkan anak muda. Rekonstruksi tak hanya membongkar kronologi, tapi juga memberi pesan tentang pentingnya perlindungan perempuan serta deteksi dini pada relasi yang berisiko. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww