Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
5 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Lingkungan

FAKTA Indonesia Soroti Tumpukan Sampah di Pulau Pramuka

FAKTA Indonesia Soroti Tumpukan Sampah di Pulau Pramuka
Tumpukan sampah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. (Ist)
Rabu, 23 Juli 2025 09:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia menyoroti penanganan sampah di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu.

Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo mengatakan, sampah terlihat menumpuk bahkan tidak jauh dari dermaga hingga mengundang banyak lalat beterbangan.

 
"Saya kira ini sangat ironi sekali, terlebih mengingat Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu ada di Pulau Pramuka. Tidak hanya itu, Pulau Pramuka juga menjadi destinasi wisata," kata Ari, Rabu (23/7/2025).
 
Ari menegaskan, Kepulauan Seribu yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sudah seharusnya memperhatikan betul pentingnya kebersihan lingkungan.
 
"Tumpukan sampah ini ada di sejumlah lokasi, sehingga juga sangat rawan memicu menjangkitnya penyakit," tegasnya.
 
Menurut Ari, incinerator yang ada juga tidak berfungsi atau difungsikan. Padahal, alat itu tentu dibiayai menggunakan uang rakyat melalui APBD DKI Jakarta.
 
"Mesinnya kelihatan rusak dan tidak terurus. Menurut penuturan warga, operasional incinerator di Pulau permukiman menyebabkan polusi udara yang sangat menganggu," ujar Ari.
 
Ari menjelaskan, sampah di Pulau Pramuka biasanya diangkut menggunakan kapal dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk di bawa ke daratan di pesisir utara Jakarta sebelum dibawa ke TPST Bantar Gebang.
 
"Tentu ini memerlukan biaya besar dan waktu penanganan yang lama. Ini perlu solusi alternatif," ucapnya.
 
Ari meminta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Legislatif dapat membuat kajian agar sampah di Kepulauan Seribu bisa ditangani dengan memanfaatkan salah satu pulau kosong atau tak berpenghuni sebagai lokasi pengelolaan sampah terpadu.
 
"Sampah ini harus ditangani dengan baik. Pemkab Kepulauan Seribu harus betul-betul aware, termasuk dengan memastikan partisipasi aktif warga dalam melakukan pemilahan sejak dini sampah yang masih bernilai ekonomi," pungkas Ari. ***

wwwwww