Ketum PITA: Tahun 2026 Semua RT di Jakarta Harus Miliki APAR
![]() |
| Ketua Umum Pemuda Indonesia Cinta Tanah Air, Ervan Purwanto. (Ist) |
Rabu, 23 Juli 2025 11:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Peristiwa kebakaran masih sering terjadi di Jakarta. Tidak hanya menyebabkan kerugian materiil, peristiwa kebakaran juga sering merenggut korban jiwa dengan berbagai lapisan usia.
Ketua Umum Pemuda Indonesia Cinta Tanah Air (PITA), Ervan Purwanto mengatakan, masalah kebakaran di Jakarta harus menjadi prioritas penanganan selain banjir dan macet.
"Saya minta ada alokasi anggaran khusus di tahun depan dari APBD agar semua RT di Jakarta sudah memiliki Alat Pemadam Api Ringan atau APAR. Legislatif harus mendukung penuh atau menyetujui kebutuhan anggarannya karena sangat penting untuk keselamatan nyawa warga Jakarta," kata Ervan, Rabu (23/7/2025).
Ervan menegaskan, dengan kondisi demografi Jakarta, kepemilikan APAR bisa menjadi solusi penanganan cepat atau dini kebakaran.
"Banyak permukiman warga itu ada di gang-gang sempit. Sehingga, saat terjadi kebakaran, mobil pemadam juga menjadi terbatas mobilitasnya," tegasnya.
Menurutnya, dengan melihat respons time standar operasional prosedur Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta yang harus sudah bisa menjangkau lokasi dalam waktu kurang dari 10 menit sudah sangat bagus. Namun, faktanya api masih sering cepat berkobar dan membesar sebelum petugas datang.
"Penanganan tercepat bisa datang dari masyarakat untuk mencegah api membesar. Untuk itu, mereka perlu disiapkan sarana dan prasarananya hingga pelatihan menggunakan APAR," ucapnya.
Ervan menjelaskan, Gerakan Masyarakat Punya APAR (Gempar) yang digulirkan Pemprov DKI harus diposisikan sebagai upaya menambah saja. Tapi, pada prinsipnya Pemprov DKI harus memastikan dan membiayai agar setiap RT minimal memiliki dua APAR.
"Sebaiknya tidak membebani lagi masyarakat, bisa menggunakan CSR perusahaan di Jakarta sebagai solusi," jelasnya.
Ervan menyebut, proses pemadaman juga kerap terkendala jauhnya sumber air. Untuk itu, perlu ada solusi-solusi untuk memperbanyak hydrant, terutama di lokasi padat permukiman.
"Saya mendorong agar PAM Jaya bisa dilibatkan untuk memberikan kontribusi penyediaan air untuk pemadaman kebakaran," imbuhnya.
Ervan menambahkan, warga juga harus lebih hati-hati, waspada, dan dapat menghindari perilaku yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Terutama, yang bisa menyebabkan korsleting listrik.
"Pengurus lingkungan, baik RT/RW juga harus turun langsung mengingatkan warganya dalam upaya pencegahan kebakaran," pungkas Ervan. ***
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













