Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
12 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
13 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Aksi Tanpa Pemberitahuan, Kepolisian Tetap Berikan Pelayanan

Aksi Tanpa Pemberitahuan, Kepolisian Tetap Berikan Pelayanan
Aksi unjuk rasa. (Ist)
Kamis, 24 Juli 2025 11:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Aksi unjuk rasa digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Budi Luhur di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2025) siang.

Sekitar 30 orang mahasiswa hadir membawa spanduk, poster, dan bendera aliansi. Dalam aksinya, mereka menuntut pemerintah menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai mempersempit ruang demokrasi serta menindas hak rakyat.

Tulisan pada spanduk dan poster aksi di antaranya bertuliskan “Tanah untuk Rakyat”, “Tidak Ada Demokrasi Tanpa Reforma Agraria Sejati”, “Stop Rumahkan Buruh”, “Hentikan PSN Rakus Tanah”, hingga “Hentikan Perampasan dan Monopoli Tanah”.

Dalam orasi, massa menuding PSN hanya menguntungkan segelintir elit dan pemodal tanpa melibatkan masyarakat lokal, serta melanggar konstitusi negara. Mereka juga menuntut segera dilaksanakannya reforma agraria sejati.

Kapolres Metro Jakarta Pusat KBP Susatyo Purnomo Condro membenarkan adanya aksi tersebut. Menurutnya, aksi berlangsung tertib meskipun tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian.

“Benar, tadi siang ada aksi unjuk rasa dari BEM UBL di depan Kantor Kemenko Perekonomian. Aksi diikuti sekitar 30 orang dan berjalan tertib. Namun perlu kami sampaikan bahwa aksi ini tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian sehingga petugas di lapangan memberikan imbauan dan membentangkan spanduk peringatan,” ujar KBP Susatyo, Kamis (24/7/2025).

Kapolres menambahkan, massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 15.18 WIB usai menyampaikan orasi dan pernyataan sikapnya.

“Kami mengapresiasi mahasiswa yang tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasinya, dan kami berharap ke depan setiap aksi tetap melalui prosedur pemberitahuan sesuai UU yang berlaku,” tutup Kapolres.

Diketahui, massa aksi juga menyinggung kasus penggusuran warga Kebon Sayur, Cengkareng, yang mereka sebut sebagai bagian dari praktik mafia tanah. ***

wwwwww