Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
15 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Gerakan Pasar Rakyat di Jakarta Dongkrak Perekonomian Wong Cilik

Gerakan Pasar Rakyat di Jakarta Dongkrak Perekonomian Wong Cilik
Ketua Umum Pemuda Indonesia Cinta Tanah Air (PITA), Ervan Purwanto. (Ist)
Kamis, 24 Juli 2025 09:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sudah mencanangkan Gerakan Pasar Rakyat di Jakarta. Terobosan baru ini dinilai sangat positif.

Ketua Umum Pemuda Indonesia Cinta Tanah Air (PITA), Ervan Purwanto mengatakan, Pasar Rakyat yang melibatkan pedagang kaki lima (PKL) serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan sangat membantu meningkatkan perekonomian wong cilik.

 
"Mereka kan memang perlu difasilitasi agar produk yang dijual semakin laku dan bisa meningkat levelnya atau naik kelas," kata Ervan (24/7/2025).
 
Ervan mengusulkan, Gerakan Pasar Rakyat juga diadakan di pusat-pusat perbelanjaan modern. Sehingga, PKL dan pelaku UMKM akan memiliki pangsa pasar yang lebih luas.
 
"Tidak kalah penting harus menghidupkan marketnya. Bisa dengan dibarengi kegiatan-kegiatan menarik yang dapat menyedot animo pengunjung," bebernya.
 
Menurut Ervan, Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perpasaran masih diperlukan produk hukum turunan berupa Pergub untuk menegaskan tentang keberpihakan kepada pelaku UMKM.
 
"Jakarta akan menjadi kota global. Untuk itu, pelaku UMKM juga harus dilindungi eksistensinya dari gempuran produk impor," tegasnya.
 
Ervan menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu mencari solusi terkait keberatan pusat perbelanjaan untuk mengalokasikan tempat 20 persen bagi pelaku UMKM sebagaimana diatur dalam Perda Perpasaran.
 
"Pemprov bisa memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dengan skema subsidi. Sehingga, ada jalan tengah bagi pelaku UMKM dan pengelola pusat perbelanjaan," terangnya.
 
Ervan optimistis, Gerakan Pasar Rakyat jika dikelola secara baik akan memberikan manfaat nyata kepada warga Jakarta. Namun demikian, kurasi terhadap produk PKL dan pelaku UMKM perlu dilakukan.
 
"Kurasi ini penting agar produk yang mereka hasilkan juga dapat bersaing. Mereka harus dibina untuk menjaga kualitas dan terus berinovasi," pungkas Ervan. ***

wwwwww