Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

Hari Kebaya Nasional 2025 Diperingati di Gedung Bersejarah

Hari Kebaya Nasional 2025 Diperingati di Gedung Bersejarah
Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025. (Ist)
Jum'at, 25 Juli 2025 11:24 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

JAKARTA - Sejumlah wanita kompak terlihat cantik mengenakan kebaya dalam perayaan Hari Kebaya Nasional 2025 yang jatuh pada 24 Juli. Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) menjadi pihak yang memprakarsai perayaan tersebut yang berlangsung di Museum Mandiri, Jakarta.

"Pagelaran Hari Kebaya Nasional 2025 ini mengambil tema Kebaya: Merajut Kebhinekaan," kata Ketua Panitia Rihaya Syukur dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan kebaya dan perempuan tidak dapat dipisahkan. Kebaya merupakan jati diri perempuan Indonesia.

"Kami ingin mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk kembali mengenal, mencintai, dan membanggakan kebaya," ujarnya.

Rihaya menilai kebaya tidak hanya menjadi busana melainkan juga membawa sejarah dan peradaban perempuan Indonesia yang tidak lekang oleh waktu.

"Ini bukan soal pakaian, tapi tentang peradaban. Kebaya membawa sejarah dan filosofi yang kaya," paparnya.

Perayaan tersebut berisi serangkaian acara mulai dari parade kebaya Nusantara, pertunjukan budaya, sesi diskusi inspiratif perempuan berkebaya, hingga kolaborasi dan jejaring lintas komunitas.

Beberapa tamu undangan juga berasal dari delegasi beberapa negara meliputi Laos, Myanmar, Thailand, Yordania, Tmor Leste, Kazakstan, Malaysia, Mongolia, India, Cyprus, dan Zimbabwe

Penggagas KPB Lia Nathalia mengakui bahwa tidak sedikit orang yang salah mengartikan tentang kebaya sebagai busana.

"Kebaya menjadi identitas diri dan bagi bangsa sebagai kerarifan lokal. Kebaya menjadi simbol keindahan dan juga kekuatan bagi perempuan. Kebaya patut dirawat dan diperkenalkan di dunia internasional," jelasnya.

Lia kemudian menambahkan bahwa museum menjadi tempat diadakannya pagelaran tersebut untuk mengajak masyarakat lebih banyak belajar mengenai sejarah.

"Komunitas kami juga berupaya untuk mengedukasi sebanyak mungkin orang agar datang dan mengunjungi museum, agar mengetahui sejarah bangsa ini. Karena hal ini masih cukup jarang dilakukan," tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 telah menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Olympic, Nasional, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww