Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Sebut Malaysia Jadi Ancaman, La Paena Usulkan Latihan di Luar Negeri

Sebut Malaysia Jadi Ancaman, La Paena Usulkan Latihan di Luar Negeri
La Paene Masara. (Gonews.co Group)
Jum'at, 25 Juli 2025 00:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Petinju perempat finalis Olimpide Atlanta 1996, La Paene Masara mengatakan untuk meningkatkan kemampuan petinju muda Indonesia harus menerjunkannya ke berbagai pertandingan tingkat Asia maupun internasional.

“Kalau  bicara tingkat internasional, kita harus banyak mengirimkan petinju muda ikut event internasional. Kalau itu tidak bisa dipenuhi maka akan sulit mengukur kemampuannya,” kata La Paena yang ditemui saat menyaksikan Seleksi Nasional (Seleknas) Tinju Piala Menpora 2025 di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Terkait menghadapi SEA Games ke-33 yang akan berlangsung di Thailand, 7-20 Desember mendatang, La Paene menilai latihan di luar negeri mutlak diperlukan bagi petinju terbaik dari hasil seleknas yang dimasukkan dalam pelatnas.

“Saya rasa sangat perlu karena untuk meningkatkan kemampuan dan fisik anak-anak ini harus bertemu lawan-lawan sparring  yang paling tidak seimbang atau di atas mereka. Supaya prestasi mereka bisa naik,” ujarnya. 

Berdasarkan pengalamannya, La Paene mengusulkan tidak perlu berlatih di luar negeri terlalu lama di satu tempat. “Katakanlah di Kuba nih sampai berbulan-bulan, atau kita ke Uzbekistan kita berbulan-bulan, itu menurut saya kurang efektif karena namanya manusia pasti ada rasa jenuh. Belajar dari melihat pengalaman teman-teman saya di Thailand dan Filipina, mereka bukannya tidak berlatih ke luar, cuma mereka paling lama 2 – 3 minggu terus pindah lagi ke negara lain sehingga makin banyak pengalaman yang dipetik,” ungkapnya.

Dengan berlatih berpindah-pindah itu, katanya, yang paling menguntungkan, berarti bisa banyak melihat dan mendapat pengalaman melawan lawan-lawan yang berbeda-beda dan bagus di dunia. “Kita ketemu gaya Eropa Barat, Eropa Timur atau Amerika Latin. Kita banyak menimba pengalaman,” tuturnya.

La Paene juga setuju jika Pelatnas nanti menggunakan pelatih asing. “Pelatih Kuba juga bagus karena pendekatan ke anak-anak juga bagus. Kalau saya melihat kualitas pelatih maka Kuba masih nomor satu. Juara-juara olimpide dilatih Kuba juga. Kuba punya kelebihan bisa memadukan gaya Eropa dan Amerika. Kolaborasi Eropa dan Amerika,” katanya.

Menyinggung tentang peluang di SEA Games nanti, La Paene melihat, Indonesia masih memiliki kesempatan merebut medali bahkan emas. Tinggal programnya tepat dan segera.

“Setelah ini segera TC, penentuan pelatih dan fokus untuk SEA Games. Jangan putus lagi selesai ini. Paling minim satu kelas 2 orang kecuali sudah terpilih tim inti. Kalau ada anggaran, tiap kelas ada 3 terus dikirim ke beberapa negara. Kalau hanya satu maka menoton dan anak itu merasa nyaman karena tidak ada saingan,” usulnya.

Saingan di SEA Games nanti bukan hanya Thailand dan Filipina. “Vietnam bagus apalagi putri. Malaysia juga mulai meningkat jadi ancaman. Kompetisi mereka jalan. Persiapan bagus. Banyak negara-begara yang mau berlatih ke Malaysia,“ tutupnya. *** 

wwwwww