Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
6 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Basket

KBRI Phnom Penh Pastikan WNI Aman dari Konflik Perbatasan Thailand – Kamboja

KBRI Phnom Penh Pastikan WNI Aman dari Konflik Perbatasan Thailand – Kamboja
Tentara Kamboja mengisi ulang peluncur roket ganda BM-21 di Provinsi Preah Vihear. senjata ini disiapkan untuk menyerang Thailand di daerah perbatasan. (Foto: AFP)
Sabtu, 26 Juli 2025 07:58 WIB

JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja yang tengah berlangsung. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Phnom Penh tetap siaga dan terus memantau situasi.

“Menlu Kamboja menyampaikan belum ada konfirmasi jumlah korban secara keseluruhan, tetapi menegaskan tidak ada warga asing, termasuk WNI, yang menjadi korban,” bunyi pernyataan resmi KBRI Phnom Penh, Jumat (25/7/2025).

WNI diketahui menetap dan bekerja di wilayah O’Smach, ibu kota Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja. Lokasinya dekat zona konflik, namun cukup jauh dari pusat bentrokan. KBRI menerima laporan keberadaan mereka melalui hotline layanan aduan.

Sementara itu, tidak ditemukan data WNI di Provinsi Preah Vihear, salah satu daerah terdampak konflik, yang juga berjarak lebih dari enam jam perjalanan darat dari ibu kota Phnom Penh.

Dalam pertemuan diplomatik di Phnom Penh, Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn, menyampaikan kronologi konflik yang meningkat sejak bentrokan bersenjata terjadi pada 28 Mei lalu. Pemerintah Kamboja menyatakan komitmennya mencari penyelesaian damai melalui jalur hukum internasional.

“PM Hun Manet sudah mengirim surat ke Presiden Dewan Keamanan PBB dan Ketua ASEAN untuk mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata,” terang Sokhonn dalam pertemuan tersebut.

Sebagai langkah antisipatif, Kamboja mengimbau seluruh warga, termasuk WNI, agar tidak melakukan perjalanan ke area konflik di sekitar Provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, menegaskan pemerintah Indonesia terus memonitor situasi melalui deputi bidang politik luar negeri. “Sejauh ini tidak ada masalah, WNI dalam kondisi aman,” ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww