Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026

Dituduh Ambil Ponsel, Enam Warga Keroyok Gitaris Hingga Tewas Tenggelam

Dituduh Ambil Ponsel, Enam Warga Keroyok Gitaris Hingga Tewas Tenggelam
Evakuasi jasad gitaris band asal Kalsel yang ditemukan mengapung di sungai. (foto: dok istimewa)
Minggu, 27 Juli 2025 10:43 WIB

JAKARTA – Muhammad Redho alias Redicta (34), gitaris band asal Kalimantan Selatan, menjadi korban pengeroyokan saat memancing di bantaran Sungai Martapura, Kabupaten Banjar. Korban ditemukan tak bernyawa keesokan harinya, Senin (21/7/2025), mengambang di perairan Sungai Kitano, Martapura Timur.

Awalnya, keluarga mengira Redho meninggal akibat tenggelam. Namun, penyelidikan aparat mengungkap fakta bahwa Redho terlebih dahulu dianiaya oleh enam orang sebelum jatuh ke sungai.

Kapolres Banjar, AKBP Fadly, mengatakan para pelaku diamankan pada Kamis dini hari (24/7/2025). Mereka adalah KH (50), IB (48), MR (38), MF (36), GM (33), dan AH (19).

"Pengeroyokan dipicu emosi setelah korban menuduh mereka mengambil ponsel dan kunci motornya. Salah satu tersangka mendorong korban hingga tercebur ke sungai," jelas Fadly, Jumat (25/7/2025).

Menurut keterangan saksi dan pelaku, korban sempat berteriak marah karena tidak menemukan barang pribadinya. Umpatan yang dilontarkan Redho memicu kemarahan kelompok tersebut. Ia sempat ditampar, dianiaya, bahkan nyaris ditusuk.

Salah satu pelaku, IB, disebut mengayunkan pisau ke arah korban, tetapi justru mengenai dirinya sendiri. Redho akhirnya didorong ke sungai oleh MF. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berenang dan berpegangan pada tiang jembatan, namun gagal melawan arus deras.

Keenam tersangka memilih kabur tanpa menolong korban yang tenggelam.

Faried, adik kandung Redho, mengungkapkan kekecewaannya terhadap warga sekitar yang tidak segera memberi tahu pihak keluarga soal insiden tersebut.

"Padahal rumah kami sangat dekat dari lokasi. Tapi tidak satu pun warga menyampaikan apapun," ujar Faried, Sabtu (26/7/2025).

Ia menyatakan pihak keluarga kini hanya berharap keadilan ditegakkan dan pelaku dihukum setimpal. "Semoga ini jadi pelajaran agar kejadian seperti ini tak terulang," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Olympic, Kalimantan Selatan
wwwwww