Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Nasional

Bukan Hanya Uang, Ibu Rumah Tangga Akan Dapat Dukungan Bentuk Lain

Bukan Hanya Uang, Ibu Rumah Tangga Akan Dapat Dukungan Bentuk Lain
Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto. (Foto: Antara)
Minggu, 27 Juli 2025 10:29 WIB

JAKARTA – Pemerintah tengah menyusun skema dukungan untuk ibu rumah tangga sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusinya dalam care economy. Peran mereka dalam merawat anak, lansia, difabel, hingga orang sakit dinilai memiliki nilai ekonomi yang selama ini belum dihitung secara formal.

Deputi Bidang Pengendalian Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, menyatakan, banyak pekerjaan informal seperti merawat keluarga tidak pernah dihitung sebagai aktivitas produktif.

"Kalau pekerjaan formal jelas dinilai, tapi yang informal seperti merawat anak, orang tua, itu enggak dibayar. Padahal nilainya besar," ujarnya, Sabtu (26/7/2025).

Pemerintah, kata dia, sedang menyusun rencana aksi care economy yang memungkinkan pemerintah memberikan dukungan bagi ibu rumah tangga. Dukungan tersebut bisa berupa fasilitas, bukan hanya insentif tunai.

"Kalau seorang ibu tidak bisa bekerja karena harus merawat anaknya, itu berarti dia kehilangan pendapatan. Maka perlu ada dukungan dari negara," jelasnya.

Salah satu langkah yang telah dijalankan adalah pengembangan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), yaitu layanan penitipan anak di tempat kerja agar perempuan tetap bisa produktif.

Ia juga mencontohkan skema di negara-negara Skandinavia, di mana orang yang merawat lansia mendapat pengakuan, dan ketika mereka sendiri menjadi lansia, negara menyediakan perawat untuk mereka.

"Dukungan ini bukan selalu uang. Tapi bisa berbentuk fasilitas dan jaminan sosial jangka panjang. Itu sedang kami rancang," sambungnya.

Bonivasius menegaskan bahwa penting bagi negara untuk memberikan pengakuan terhadap pekerjaan domestik yang selama ini luput dari perhatian kebijakan ekonomi. "Ini bagian dari membangun keadilan dan kesetaraan dalam pembangunan keluarga," tandasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Nasional
wwwwww