Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Beladiri

Tewas dengan Kepala Terbungkus Lakban, Kematian Diplomat Arya Disimpulkan Bukan Kejahatan

Tewas dengan Kepala Terbungkus Lakban, Kematian Diplomat Arya Disimpulkan Bukan Kejahatan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra dalam konferensi pers, Selasa (29/7/2025).
Selasa, 29 Juli 2025 18:55 WIB

JAKARTA – Meski ditemukan dalam kondisi mengenaskan, wajah terikat lakban dan tertutup plastik, Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada unsur kekerasan atau tindak pidana dalam kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat Kementerian Luar Negeri yang ditemukan tewas di kamar kos kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

Kesimpulan tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra dalam konferensi pers, Selasa (29/7/2025). "Berdasarkan hasil penyelidikan dengan melibatkan berbagai ahli, belum ditemukan adanya peristiwa pidana terhadap korban," ujarnya.

Namun, pernyataan itu justru memunculkan lebih banyak tanda tanya di tengah publik. Pasalnya, dari olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan lakban yang melilit wajah korban, plastik pembungkus kepala, serta barang-barang pribadi seperti alat kontrasepsi dan pelumas. Tak hanya itu, 20 titik CCTV telah disita, dan sebanyak 24 saksi, termasuk istri korban, diperiksa. 

Arya tinggal sendiri di kamar kos, sementara istri dan anaknya berada di kampung halaman. Ia ditemukan tak bernyawa setelah sang istri meminta penjaga kos memeriksa kamar karena tak ada kabar selama beberapa hari.

Sejumlah kalangan mempertanyakan bagaimana kondisi yang demikian kompleks bisa disimpulkan sebagai kejadian tanpa unsur pidana. "Wajah dilakban dan dibungkus plastik, tapi disebut bukan tindak kejahatan? Penjelasan itu butuh transparansi penuh," ujar salah satu rekan Arya yang enggan disebutkan namanya.

Meskipun Polda Metro Jaya menegaskan keterlibatan ahli dalam analisis kasus, publik menanti penjelasan lebih dalam soal kemungkinan lain yang belum terungkap. Sebab, kasus semacam ini rawan memunculkan spekulasi, terlebih menyangkut sosok diplomat.

Penyidikan disebut telah dilakukan menyeluruh, termasuk melalui autopsi di RSCM. Namun, keputusan menutup penyelidikan tanpa menetapkan tindak kriminal dikhawatirkan membuka ruang ketidakpercayaan terhadap proses penegakan hukum, terlebih ketika korban merupakan pejabat publik. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Badminton, Beladiri, DKI Jakarta, DI Yogyakarta
wwwwww