Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
16 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
11 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
12 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
15 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Nasional

Warga Kecewa Rekening Dibekukan PPATK, Tabungan Anak dan Dana Darurat Ikut Terdampak

Warga Kecewa Rekening Dibekukan PPATK, Tabungan Anak dan Dana Darurat Ikut Terdampak
Kamis, 31 Juli 2025 11:21 WIB

JAKARTA – Kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang memblokir rekening bank tak aktif selama tiga bulan menuai polemik di masyarakat. Nasabah dari berbagai kalangan mengeluhkan pemblokiran sepihak terhadap rekening yang meskipun jarang digunakan, masih dianggap penting untuk kebutuhan darurat atau tabungan jangka panjang.

Salah satu yang terdampak adalah Mardiyah (48), pedagang kecil asal Citayam. Ia tak menyangka rekening bantuan sosial miliknya yang disimpan untuk keperluan darurat ikut diblokir.

"Saya pakai dua rekening, satu buat usaha, satu lagi untuk nerima bantuan. Sekarang yang bantuan itu diblokir karena enggak aktif tiga bulan. Padahal saya simpan buat kebutuhan mendesak," katanya, Rabu (30/7/2025).

Menurut Mardiyah, pemerintah seharusnya memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat bawah dan tidak menyamaratakan semua nasabah.

Hal serupa dirasakan Ahmad Lubis (37), yang mendapati rekening anaknya yang masih duduk di sekolah dasar dibekukan. Rekening itu digunakan untuk menyimpan hadiah dari lomba dan prestasi anaknya.

"Itu tabungan Taplus BNI atas nama anak saya. Terakhir saya transfer April lalu. Tapi ternyata diblokir juga oleh PPATK tanpa pemberitahuan," ujar Ahmad.

Ia merasa rekening pasif seperti milik anaknya seharusnya tidak dianggap mencurigakan.

Reza Nugraha (25), pekerja lepas asal Depok, juga merasakan dampak. Rekening simpanan daruratnya diblokir meskipun masih menyimpan saldo.

"Klien bayar lewat dompet digital, tapi rekening itu tetap saya jaga buat kebutuhan penting. Pas mau dipakai malah diblokir. Harus ke bank, ribet banget," ujarnya.

Reza mengeluhkan minimnya informasi dari pihak bank soal proses pembukaan kembali rekening.

"Customer service bilang ini instruksi pusat, tapi enggak tahu pasti gimana prosesnya. Nunggu dari PPATK, katanya," tambahnya.

Ia menilai kebijakan ini justru menimbulkan keresahan dan tidak relevan di era digital saat ini. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Nasional
wwwwww