Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
2
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
3
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
4
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
5
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
6
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Voli

Demi Selamatkan Pasien, Bidan Dona Hadapi Sungai Deras Sendirian di Sumbar

Demi Selamatkan Pasien, Bidan Dona Hadapi Sungai Deras Sendirian di Sumbar
Dona Lubis, seorang bidan desa di Nagari Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Pasaman, tidak menyerah.
Rabu, 06 Agustus 2025 09:15 WIB

PASAMAN – Ketika jembatan penghubung ambruk dan akses jalan terputus akibat hujan deras, Dona Lubis, seorang bidan desa di Nagari Cubadak, Kecamatan Duo Koto, Pasaman, tidak menyerah. Ia memilih menyeberangi sungai sendirian dengan arus yang cukup deras, demi mencapai rumah pasien yang sedang kritis.

Aksinya yang terekam dan viral di media sosial bukan rekayasa. Itu adalah potret nyata pengabdian tanpa batas dari seorang tenaga kesehatan di daerah terpencil. Dengan peralatan medis tergantung di punggung, Dona melawan arus sungai tanpa ragu.

“Kalau saya tunggu akses normal, saya takut terlambat. Saya hanya berpikir bagaimana pasien bisa cepat tertolong,” kata Dona, Selasa (5/8/2025).

Sudah sejak 1999 ia mengabdi sebagai bidan di pelosok Sumatra Barat. Banyak tantangan telah ia hadapi, dari perjalanan malam hari saat hujan hingga berjalan kaki menembus hutan dan perbukitan. Namun kali ini, menyeberangi sungai deras menjadi pengalaman pertamanya. 

“Kalau yang seperti ini, baru pertama. Tapi kalau jalan sendiri malam-malam ke rumah pasien, itu sudah sering,” ucapnya.

Di tengah wacana modernisasi sistem kesehatan, kisah Dona menyiratkan realita yang masih jauh dari kata ideal. Infrastruktur terbatas, minimnya alat, hingga keterbatasan akses tetap menjadi tantangan nyata. Namun keberanian seperti yang ditunjukkan Bidan Dona menjadi penegas bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya urusan medis—tapi juga soal hati, nyali, dan rasa kemanusiaan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Nasional, Voli, Automotif
wwwwww