Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Beladiri

KPK Periksa Nadiem, Soroti Dugaan Intervensi dalam Pengadaan Google Cloud

KPK Periksa Nadiem, Soroti Dugaan Intervensi dalam Pengadaan Google Cloud
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025) malam. (Foto: Inilah.com/Rizki)
Kamis, 07 Agustus 2025 08:44 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, terkait dugaan korupsi pengadaan layanan Google Cloud di Kemendikbudristek. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung Kamis (7/8/2025) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

Penyelidikan KPK mengarah pada potensi konflik kepentingan yang terjadi saat pengadaan proyek dilakukan. Nadiem, yang saat itu menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, dinilai punya posisi strategis dalam pengambilan keputusan.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyebut penyelidik tengah menguji kemungkinan adanya keterlibatan langsung maupun tidak langsung Nadiem. "Semua keterangan akan ditelaah, tapi tentu tidak langsung kita telan mentah-mentah. Dalih bisa kita patahkan jika alat buktinya kuat," ucapnya, Rabu (6/8/2025).

KPK juga menyoroti hubungan historis Nadiem dengan dunia startup, khususnya setelah merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo. Apalagi Alphabet, induk perusahaan Google, pernah menanamkan investasi ke GoTo.

Sebelumnya, dua mantan petinggi GoTo, Andre Soelistyo dan Melissa Siska Juminto, telah diperiksa KPK. Pemeriksaan mereka ditujukan untuk menelusuri jejak hubungan antara pihak swasta dan proyek pengadaan cloud di kementerian.

Fitroh menegaskan, pembelaan apapun yang disampaikan dalam pemeriksaan akan diuji dengan bukti yang ada. "Kami tidak gegabah, tapi juga tidak bisa membiarkan jika ada unsur penyalahgunaan kewenangan," tegasnya.

Kuasa hukum Nadiem, Mohamad Ali Nurdin, menyatakan kliennya siap hadir dan terbuka dalam pemeriksaan. "Bismillah (Nadiem) hadir. Saya mendampingi," katanya kepada wartawan.

KPK memastikan proses ini akan berjalan transparan dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah hingga seluruh fakta terkumpul. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww