Musisi Buka Akses Gratis Lagu di Tengah Ramai Royalti, Pelaku Usaha Cari Jalan Aman
![]() |
JAKARTA – Polemik royalti musik yang menyeret pemilik usaha kafe dan restoran mendorong sejumlah musisi kenamaan mengambil langkah tak biasa: membuka akses lagu mereka untuk diputar gratis di ruang publik.
Ahmad Dhani mengizinkan seluruh cabang restoran dan kafe memutar lagu Dewa 19 tanpa pungutan. Charly Van Houten menjanjikan hadiah merchandise bagi siapa pun yang membawakan lagunya di tempat umum. Ian Kasela bersama Radja menyatakan semua lagu mereka boleh dinikmati tanpa takut pungutan. Uan Kaisar dari Juicy Luicy, Rhoma Irama, dan Thomas Ramdhan (GIGI) juga menyampaikan hal senada, dengan catatan tidak digunakan untuk iklan atau promosi produk.
Langkah ini kontras dengan situasi di lapangan, di mana sebagian pelaku usaha memilih mematikan musik atau memutar suara burung demi menghindari royalti. Viral pula foto struk makan yang memuat biaya tambahan “royalti musik dan lagu” sebesar Rp29.140, memicu gelombang protes publik.
Pemilik Nuka Mari Kopi di Bogor, misalnya, menolak membebankan biaya royalti kepada pelanggan. “Kalau konsumen harus bayar tambahan hanya karena musik, mereka bisa enggan datang lagi. Dampaknya buruk untuk usaha,” ujar manajemen lewat TikTok @nukamarikopi.
Sebagai solusi, kafe tersebut mempertimbangkan musik hasil kecerdasan buatan (AI) yang bebas royalti. Warganet pun ramai-ramai menolak biaya tambahan tersebut. “Saya datang untuk ngopi, bukan untuk bayar dengar musik,” tulis salah satu komentar yang viral.
Di tengah ketidakpastian aturan, sikap para musisi memberi ruang lega bagi pelaku usaha. Namun, masalah mendasar soal regulasi royalti masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, Ekonomi, DKI Jakarta |













