Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Voli

Dari Malaysia ke Jambi, Perjuangan Memulangkan TKW Juhaidarna yang Disiksa Majikan

Dari Malaysia ke Jambi, Perjuangan Memulangkan TKW Juhaidarna yang Disiksa Majikan
Foto kondisi Juhaidarna alias Dahlia (47) tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia yang berasal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi sebelum lumpuh usai disiksa majikannya.
Minggu, 10 Agustus 2025 18:18 WIB

JAMBI – Perjalanan pulang Juhaidarna alias Ida (47), tenaga kerja wanita asal Kabupaten Kerinci, menjadi kisah panjang penuh air mata. Ia kembali ke tanah air dalam kondisi lumpuh dan sekujur tubuh penuh luka setelah diduga mengalami penyiksaan berat oleh majikan di Malaysia. 

Ida, seorang janda dengan dua anak, berangkat kembali ke Malaysia pada 2023 dengan harapan mengulang pekerjaan lamanya merawat lansia. Namun, nasib membawanya ke majikan baru yang justru memperlakukannya secara tidak manusiawi hingga membuatnya koma di Hospital Pulau Penang.

Keluarga di Jambi awalnya tak mengetahui kondisi Ida karena pihak majikan menolak memberikan foto atau melakukan panggilan video. Merasa ada yang janggal, adik sepupu Ida, Cindi, berinisiatif menggalang donasi untuk membiayai perjalanannya ke Malaysia.

Ketika tiba, Cindi hampir tak mengenali Ida yang berat badannya menyusut drastis dari 68 kilogram menjadi kurang dari 35 kilogram. “Saya sampai tidak kenal bahwa itu kakak saya,” ucapnya.

Bantuan datang dari Wani Hasibuan, seorang WNI asal Medan yang tinggal di Malaysia, serta pihak KJRI yang memfasilitasi kepulangan Ida tanpa biaya. Pada 1 Juni 2025, Ida tiba di Jambi, meski kondisinya masih kritis dan lumpuh.

Kini, Ida hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan komplikasi penyakit. Pihak Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Kerinci sudah menjenguk dan berjanji akan membantu biaya pengobatan.

“Ya, hanya Tuhan yang bisa sembuhkan. Untuk berobat kami tidak punya biaya,” kata Cindi lirih. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Voli, Metropolitan, Ekonomi, Basket, DKI Jakarta, Jambi
wwwwww