Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Soroti Kasus Kematian Prajurit, Presiden Tekankan Latihan TNI Tanpa Kekerasan Berlebihan

Soroti Kasus Kematian Prajurit, Presiden Tekankan Latihan TNI Tanpa Kekerasan Berlebihan
Presiden Prabowo Subianto
Minggu, 10 Agustus 2025 17:49 WIB

BANDUNG BARAT – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembinaan prajurit TNI harus dilakukan secara keras namun tanpa kekejaman. Pesan itu disampaikan di hadapan para komandan dan pemimpin satuan saat upacara di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus TNI AD, Batujajar, Minggu (10/8/2025).

“Latih mereka dengan baik, latih mereka dengan keras, tetapi tidak dengan kekejaman,” ucap Prabowo. Ia meminta prajurit muda diperlakukan layaknya anak kandung, sambil mengingatkan bahwa tentara lahir dan mengabdi untuk rakyat.

Pesan tersebut datang di tengah sorotan kasus kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit muda yang meninggal diduga akibat penganiayaan seniornya di Batalyon Teritorial Pembangunan 834/Wakangan Mere, Nusa Tenggara Timur. Prada Lucky baru dua bulan lulus pendidikan TNI sebelum ditempatkan di satuan tersebut.

Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Infanteri Candra, menyebut kasus ini sedang diselidiki. Beberapa personel yang diduga terlibat sudah ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam amanatnya, Prabowo menegaskan konsep pertahanan rakyat semesta, yang mengedepankan pertahanan defensif di setiap wilayah, dari kampung hingga provinsi. Ia juga menyoroti situasi global yang tidak menentu, termasuk perang di Eropa dan Timur Tengah, sebagai alasan memperkuat pertahanan Indonesia.

Prabowo melantik enam panglima kodam baru dan mengumumkan pembentukan 100 batalion teritorial pembangunan. “Wilayah, kekayaan, dan kedaulatan bangsa ini harus kita jaga dari pihak-pihak yang ingin mengganggu,” tegasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur
wwwwww