Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
12 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
6 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
5 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Nilai Transaksi Rp542 Miliar, PPATK Ungkap Ratusan Ribu Penerima Bansos Main Judol

Nilai Transaksi Rp542 Miliar, PPATK Ungkap Ratusan Ribu Penerima Bansos Main Judol
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta.
Minggu, 10 Agustus 2025 11:32 WIB

JAKARTA – Laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap sebaran mengejutkan penerima bantuan sosial (bansos) yang justru menggunakannya untuk bermain judi online. Dalam enam bulan pertama 2025, tercatat 132.557 penerima bansos melakukan transaksi judol dengan total nominal mencapai Rp542,5 miliar.

Provinsi Jawa Barat berada di posisi teratas dengan 49.431 orang terlibat dan nilai transaksi mencapai Rp199 miliar. Jawa Tengah menempati urutan kedua dengan 18.363 penerima bansos bermain judol senilai Rp83 miliar, diikuti Jawa Timur dengan 9.771 orang (Rp53 miliar).

Data PPATK juga mencatat DKI Jakarta memiliki 7.717 penerima bansos pemain judol dengan nilai transaksi Rp36 miliar, Banten 5.317 orang (Rp25 miliar), dan Lampung 5.039 orang (Rp18 miliar).

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah penerima bansos pemain judol terbanyak, yakni 5.497 orang dengan transaksi Rp22 miliar. Disusul Kota Surabaya 1.816 orang (Rp9 miliar) dan Jakarta Pusat 1.754 orang (Rp9 miliar).

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengatakan konsolidasi data bersama PPATK dilakukan untuk membersihkan daftar penerima bansos yang tidak tepat sasaran. “Kami ingin pastikan bantuan diterima oleh mereka yang benar-benar berhak, bukan untuk dipakai berjudi,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).

PPATK juga menemukan sebagian penerima berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas, termasuk pegawai BUMN, dokter, eksekutif, bahkan anggota legislatif daerah. Ada pula penerima dengan saldo tabungan di atas Rp50 juta.

Pemerintah menegaskan langkah pemutakhiran data akan terus dilakukan sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, termasuk verifikasi lapangan dan pemblokiran bantuan bagi penerima yang tidak layak. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Voli, Ekonomi, DKI Jakarta, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
wwwwww