Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
10 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
11 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Home  /  Berita  /  Olympic

Program Makan Bergizi Gratis di Sragen Dihentikan, 251 Orang Sakit

Program Makan Bergizi Gratis di Sragen Dihentikan, 251 Orang Sakit
Rabu, 13 Agustus 2025 06:11 WIB

SRAGEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, kembali menjadi sorotan setelah ratusan siswa, guru, dan karyawan sekolah mengalami gejala keracunan. Sebanyak 251 orang dilaporkan sakit usai menyantap menu nasi kuning, telur ayam suwir, orek tempe, selada timun, apel, dan susu, Senin (11/8/2025).

Gejala mulai dirasakan pada malam hari hingga dini hari, membuat sejumlah sekolah meliburkan kegiatan belajar. Pemerintah Kabupaten Sragen segera mengambil langkah darurat dengan menghentikan sementara distribusi MBG dari penyedia di wilayah Gemolong selama dua hari.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menegaskan penghentian ini untuk memberi waktu bagi tim kesehatan melakukan investigasi menyeluruh. "Kita sedang mengirim sampel makanan ke laboratorium di Semarang. Kita harus menunggu hasilnya beberapa waktu mendatang," ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Selain itu, Pemkab membentuk crisis center, menyiagakan puskesmas 24 jam, dan memastikan seluruh korban mendapatkan pengobatan. Koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Kesehatan Sragen. 

Meski jumlah korban cukup besar, Sigit menyebut insiden ini belum ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Laporan resmi telah dikirim ke pusat pengelola program MBG untuk tindak lanjut lebih lanjut. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww