Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Olympic

Pendaki Tewas di Gunung Bawakaraeng, Diduga Hipotermia Saat Upacara HUT RI

Pendaki Tewas di Gunung Bawakaraeng, Diduga Hipotermia Saat Upacara HUT RI
Jenazah pendaki Irfan dievakuasi Tim SAR Siaga Merah Putih di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (17/8/2025).
Senin, 18 Agustus 2025 05:15 WIB

GOWA – Seorang pendaki asal Kabupaten Bone, Irfan (24), ditemukan meninggal dunia di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, saat mengikuti lintas alam dalam rangka Upacara Bendera HUT ke-80 RI. Korban diduga mengalami hipotermia berat setelah sempat kelelahan dan kedinginan di Pos 8 jalur pendakian.

"Saat ini satu orang pendaki dalam keadaan meninggal dunia akibat hipotermia berat. Evakuasi dilakukan dari Pos 8 ke Pos Bulu Balea oleh tim," kata anggota Damkarmat Makassar Tim SAR Gabungan Siaga Merah Putih, Abdul Gofur, Minggu (17/8/2025) malam.

Irfan tercatat memulai pendakian bersama 16 rekannya dari Jalur Bulubaria pada Selasa (12/8/2025). Mereka tiba di puncak Gunung Bawakaraeng pada Sabtu (16/8/2025), namun Irfan ditemukan dalam kondisi lemas dan mengalami gejala hipotermia pada Minggu pagi.

"Korban ditangani oleh tim siaga, tapi kondisinya tidak kunjung membaik sehingga kami memutuskan untuk mengevakuasi dengan tandu," ujarnya.

Korban sempat dibawa ke Posko Bulu Balea sekitar pukul 19.05 WITA sebelum dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong. Namun nyawanya tak tertolong dan jenazah akhirnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya, Desa Carubbu, Kecamatan Awampone, Kabupaten Bone.

Kepala Seksi Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyebut dari total 4.172 pendaki yang tercatat di Pos Induk Lembanna, sebanyak 32 orang mengalami gangguan kesehatan selama kegiatan. Satu di antaranya meninggal dunia.

"Korban dinyatakan meninggal oleh Tim Dokpol Polda Sulsel yang ikut bersama proses evakuasi," jelasnya.

Sebagian besar pendaki mengalami hipotermia, gangguan asam lambung, serta permasalahan akibat terpisah dari rombongan. Para peserta pendakian berasal dari berbagai daerah dan masuk melalui jalur berbeda seperti Bulu Ballea, Lembanna, Tassoso, Panaikang, dan Lembah Ramma.

Peristiwa ini menambah daftar panjang risiko pendakian di Gunung Bawakaraeng yang kerap dipilih sebagai lokasi upacara kemerdekaan. Koordinasi, kesiapan fisik, dan perlengkapan yang memadai menjadi kunci keselamatan para pendaki. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, Sulawesi Selatan
wwwwww