Kolaborasi FAKTA Indonesia Deklarasi Kampung Siaga Diabetes dan Obesitas di Bogor
![]() |
| Warga RW 07, Kelurahan Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat, Deklarasi Kampung Siaga Diabetes dan Obesitas. (ist) |
Sabtu, 23 Agustus 2025 13:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
Bogor- Warga di Rukun Warga (RW) 07, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat mendeklarasikan "Kampung Sehat: Siaga Diabetes dan Obesitas".
Deklarasi ini menandai dimulainya gerakan kolaboratif warga bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dan Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia dalam memerangi prevalensi penyakit tidak menular (PTM) yang kian mengkhawatirkan.
Kegiatan yang berlangsung di WaToni, Jalan Pabaton Indah, Kelurahan Tanah Sereal, Bogor ini dihadiri langsung Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas, serta ratusan kader dan warga setempat.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Indonesia menghadapi beban ganda malnutrisi dengan angka obesitas pada dewasa mencapai 21,8% dan diabetes melitus sebesar 10,9%.
Inisiatif di Bogor ini hadir sebagai respons konkret dan role model pencegahan dari akar rumput untuk mengatasi krisis kesehatan tersebut.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menegaskan dukungan penuh yang diberikan terhadap inisiatif Kampung Sehat sebagai bukti nyata semangat gotong royong warganya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.
"Hal ini juga menjadi bukti nyata Pemerintah Kota Bogor hadir dalam mendukung inisiatif Kampung Sehat," kata Dedie, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (23/8/2025).
Ketua FAKTA Indonesia, Ari Subagyo mengatakan, deklarasi ini menjadi platform untuk menyuarakan dukungan terhadap kebijakan kesehatan publik yang lebih luas.
Menurutnya, warga di RW 07, Kelurahan Tanah Sereal mendorong pemerintah pusat untuk segera mengimplementasikan tiga kebijakan kunci.
Pertama, penerapan cukai Minuman Berpemanis dalam Kemasan (MBDK) sebagai bentuk perlindungan kesehatan masyarakat. Kedua, penerapan label peringatan kesehatan bergambar pada kemasan produk yang tinggi gula.
"Tidak kalah penting, warga menginginkan ada pembatasan iklan dan promosi MBDK, khususnya yang menyasar anak-anak maupun remaja," ucapnya.
Ari menjelaskan, deklarasi ini adalah puncak dari kesadaran warga akan pentingnya kesehatan sebagai investasi masa depan. FAKTA Indonesia merasa bangga dapat memfasilitasi inisiatif yang dipimpin warga tersebut karena sejalan dengan advokasi untuk kebijakan kota yang sehat.
"Kami percaya, aksi lokal seperti ini adalah penggerak terkuat untuk perubahan nasional," terangnya.
Sementara itu, Ketua RW 07, Kelurahan Tanah Sereal, Anas memastikan, wilayahnya tidak hanya berbenah untuk diri sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi dan katalis bagi lahirnya kebijakan kesehatan yang lebih kuat di tingkat nasional.
"Kami merasa perlu berkontribusi dan menjadi bagian upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat dan berdaya saing. Sebab, generasi medatang adalah juga anak cucu kita," bebernya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta kolaborasi FAKTA Indonesia bersama Pemkot Bogor dalam mewujudkan Kampung Sehat, terutama terkait upaya preventif mencegah diabetes dan obesitas.
Ia menyampaikan, FAKTA Indonesia telah memberikan sosialiasi dan edukasi terkait bahaya mengonsumsi MBDK.
Dari hasil pelatihan tersebut, sudah dilakukan sosialisasi lanjutan dengan mengajak dan memberi pemahaman kepada masyarakat sekitar, termasuk anak sekolah di lingkungan RW 07, lokakarya Puskesmas dan PKK kecamatan setempat.
"Kami telah dibekali ilmu pemahaman tentang bahaya MBDK yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan khususnya pada anak-anak," pungkas Anas. ***
| Kategori | : | Automotif, Jawa Barat |













