Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Polisi Pertimbangkan Temuan Baru dari Keluarga
![]() |
| Polda Metro Jaya Jumpa Pers Kasus Kematian Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan. |
JAKARTA – Mabes Polri menegaskan akan mempertimbangkan temuan serta masukan keluarga dalam penyelidikan kasus kematian diplomat muda, Arya Daru Pangayunan (39), yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo, menyampaikan bahwa masukan keluarga sangat penting untuk melengkapi proses penyelidikan.
“Segala masukan menjadi bagian atensi penyidik. Apakah ini merupakan temuan baru atau perkembangan komprehensif, tentu akan menjadi landasan dalam proses penyelidikan,” ujarnya di Mabes Polri, Senin (25/8/2025).
Trunoyudo menekankan, investigasi dilakukan berbasis penelusuran ilmiah dengan melibatkan sejumlah pakar. Namun, ia meminta publik dan media juga berempati pada peristiwa yang menimpa almarhum.
Kasus kematian Arya Daru sejak awal menimbulkan kecurigaan. Jasadnya ditemukan dalam kondisi wajah terlilit lakban, namun pintu kamar kos tidak menunjukkan tanda perlawanan. Polisi sempat menyebut tidak ada indikasi tindak pidana dan menduga kuat Daru bunuh diri. Kesimpulan ini memicu keraguan keluarga.
Kuasa hukum keluarga, Nicholay Aprilianto, menolak dugaan tersebut. Menurutnya, Daru baru saja menerima promosi jabatan dan bersiap bertugas ke Finlandia bersama keluarga.
“Bagaimana mungkin orang yang sedang bahagia dan baru mendapat promosi tiba-tiba memilih jalan itu? Bagi kami ini tidak masuk akal,” tegasnya.
Ayah Daru, Subaryono, dengan suara bergetar mengungkapkan betapa kehilangan itu menghancurkan keluarganya.
“Kami tidak hanya kehilangan Arya Daru, tapi juga kehilangan harapan. Dia adalah karunia, lahir setelah tiga kali keguguran,” ujarnya.
Nicholay menambahkan, keluarga berpegang pada rujukan medis dari dokter forensik RSCM dan terus mengawal agar penyelidikan berlangsung transparan.
“Kematian Daru bukan sekadar angka dalam catatan polisi. Dia anak, dia manusia, dia diplomat muda dengan masa depan. Keluarga menuntut kejelasan,” tandasnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Olympic, Beladiri, DKI Jakarta, DI Yogyakarta |













