Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Umum

Prabowo Tanya Soal Dana Pendidikan: “Hangusnya di Mana, Menghilangnya di Mana?”

Prabowo Tanya Soal Dana Pendidikan: “Hangusnya di Mana, Menghilangnya di Mana?”
Presiden RI Prabowo Subianto
Senin, 25 Agustus 2025 19:55 WIB

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyoroti persoalan tata kelola anggaran pendidikan. Menurutnya, meski Indonesia memiliki salah satu anggaran pendidikan terbesar di dunia, kebocoran dalam distribusinya masih terjadi dan membuat dana tidak sepenuhnya sampai ke sekolah-sekolah di daerah.

Hal ini disampaikan Prabowo saat memberikan arahan dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).

“Semua sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah vokasi, hingga perguruan tinggi harus kita perbaiki. Kita negara dengan anggaran pendidikan terbesar,” ucap Prabowo, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Namun, ia langsung mengingatkan bahwa besarnya anggaran tidak menjamin efektivitas penggunaan.

“Jangan terlalu cepat tepuk tangan. Anggaran besar, tapi kebocorannya juga besar. Dari pusat jumlahnya sekian, sampai ke sekolah hanya sekian. Hangusnya di mana? Menghilangnya di mana? Ini yang harus kita benahi,” tegasnya.

Prabowo menambahkan, persoalan serupa juga dialami negara lain. Ia menyinggung pengalaman India yang dulu menghadapi kebocoran parah dalam distribusi anggaran.

“Beberapa waktu lalu, dari 100 rupee yang dialokasikan, hanya 15 rupee sampai ke rakyat. Sekarang sudah membaik, 100 bisa sampai 60,” ujarnya.

Menurutnya, kebocoran anggaran pendidikan harus segera dihentikan agar program pembangunan manusia Indonesia bisa berjalan maksimal. “Tujuan kita jelas, setiap rupiah untuk pendidikan harus sampai ke sekolah, demi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Umum, DKI Jakarta
wwwwww