Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  PON

Ribuan Massa Geruduk Kompleks Parlemen, Legislator PDIP: Aspirasi Rakyat Harus Disampaikan Damai

Ribuan Massa Geruduk Kompleks Parlemen, Legislator PDIP: Aspirasi Rakyat Harus Disampaikan Damai
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Arya Bima di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025). (Foto: inilah.com/clara)
Senin, 25 Agustus 2025 14:27 WIB

JAKARTA – Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senin (25/8/2025), berlangsung dengan berbagai tuntutan. Massa memprotes gaji anggota DPR yang dinilai terlalu besar, sekaligus mendesak agar DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Sejumlah organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat ikut dalam aksi tersebut. Di antaranya BEM Universitas Indraprasta PGRI, Generasi Milenial Indonesia, Perkumpulan Mahasiswa Indonesia, hingga HMI Cabang Jakarta Barat. 

Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Arya Bima, menekankan pentingnya menyampaikan aspirasi dengan cara damai. 

“Boleh mau aspirasi, aspirasi sebaik apapun perlu didengar. Tapi kalau anarkis, aspirasi itu jadi nggak menarik,” ujarnya di Kompleks Parlemen.

Saat ditanya apakah DPR akan menemui massa, Arya mengaku tidak tahu. Ia menyebut dirinya harus melanjutkan rapat kerja bersama Kementerian Dalam Negeri terkait penerimaan daerah.

Di lapangan, aparat kepolisian menutup akses menuju Gedung DPR di Jalan Gatot Subroto. Penutupan jalan ini membuat massa kesal dan mendesak polisi membuka akses.

“Buka jalannya pak polisi, massa pendemo nggak bisa masuk kalau ditutup,” teriak sekelompok demonstran. 

Ketegangan sempat terjadi ketika sebuah minibus polisi melintas di depan DPR. Kendaraan itu langsung dikerubungi massa yang melontarkan cacian ke arah aparat. 

Hingga berita ini diturunkan, jumlah massa masih terbatas. Mobil komando juga belum terlihat di lokasi, meski barisan demonstran mulai memenuhi area sekitar Kompleks Parlemen.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:PON, Voli, Metropolitan, Ekonomi
wwwwww