Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Dari Jalanan ke Politik, Buruh Bersatu Tekan Pemerintah Jalankan Putusan MK

Dari Jalanan ke Politik, Buruh Bersatu Tekan Pemerintah Jalankan Putusan MK
Foto massa buruh
Kamis, 28 Agustus 2025 08:33 WIB

JAKARTA – Aksi buruh serentak pada Kamis (28/8/2025) diprediksi menjadi salah satu gelombang protes terbesar dalam sejarah pergerakan pekerja di Indonesia. Sekitar 100 ribu buruh dari Jabodetabek turun ke jalan di ibu kota, sementara lebih dari satu juta buruh lainnya bergerak di 38 provinsi secara bersamaan.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyatakan aksi ini bukan hanya protes, tetapi juga langkah politik untuk mendesak pemerintah segera memenuhi enam tuntutan utama yang disebut HOSTUM. “Kami menuntut negara segera menaikkan upah, menghapus outsourcing, dan menghentikan PHK massal,” katanya.

Tuntutan paling krusial adalah kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen. Formula ini didasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi No. 168 yang memperhitungkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan klaim pemerintah bahwa kemiskinan turun dan pengangguran berkurang, buruh menilai sudah saatnya upah dinaikkan demi daya beli masyarakat.

Selain isu upah, buruh juga menuntut reformasi pajak yang lebih adil, penghapusan pajak pesangon, THR, dan JHT, hingga penghapusan diskriminasi pajak terhadap pekerja perempuan. Di ranah politik, mereka menekan pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan baru serta RUU Perampasan Aset sebagai komitmen pemberantasan korupsi.

Pusat aksi di Jakarta akan berlangsung di Gedung DPR, Mahkamah Konstitusi, dan Istana Negara, mencerminkan sasaran langsung terhadap pengambil kebijakan. Sementara itu, di daerah, aksi dipusatkan di kantor gubernur masing-masing provinsi, mulai dari Surabaya, Semarang, Medan, Batam, hingga Jayapura.

Gerakan ini menunjukkan bahwa buruh tidak hanya bicara soal kesejahteraan ekonomi, tetapi juga soal arah kebijakan negara. Dengan kekuatan massa jutaan orang, buruh ingin menegaskan peran politiknya sebagai kekuatan penekan dalam demokrasi Indonesia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Voli, Metropolitan, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww