DPRD Sumut Absen Saat Mahasiswa Berdemo, Aksi Dibubarkan dengan Kekerasan
![]() |
MEDAN – Aksi mahasiswa menuntut pembubaran DPR di depan gedung DPRD Sumatera Utara, Selasa (28/8/2025), berujung ricuh. Polisi dan Brimob terlibat benturan dengan massa aksi hingga terjadi kekerasan terhadap seorang mahasiswa yang terekam kamera.
Dalam video yang viral di media sosial, mahasiswa itu terlihat dijambak lalu kepalanya diinjak hingga tubuhnya kejang. Pelaku yang belum teridentifikasi mengenakan kemeja biru bergaris putih dan masker. "Kebiadaban aparat ini sudah kelewatan," tulis salah satu komentar warganet.
Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk penyiksaan yang bertentangan dengan konstitusi. "Hak menyampaikan pendapat dijamin UUD 1945, tetapi di Medan hak itu malah dihadapkan dengan kekerasan," tegasnya.
Irvan juga mengecam penangkapan 39 mahasiswa yang langsung digiring ke Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut. Menurutnya, pendampingan hukum dari LBH Medan, Kontras, dan keluarga ditolak aparat dengan dalih pendataan. "Itu penyalahgunaan wewenang dan melanggar KUHAP," jelasnya.
Tidak hanya aparat, DPRD Sumut pun menuai sorotan. Absennya Ketua dan anggota dewan saat ribuan mahasiswa menyampaikan aspirasi dianggap sebagai pengingkaran fungsi representasi rakyat.
"DPRD punya kewajiban hukum menampung suara masyarakat. Menghilang saat rakyat bersuara sama artinya mengabaikan konstitusi," pungkas Irvan. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | gelora.co |
| Kategori | : | Olympic, Metropolitan, Beladiri, DKI Jakarta, Sumatera Utara |













