Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Voli

Prabowo Pastikan Efisiensi Tak Ganggu Dana Daerah, Justru Untuk Rakyat

Prabowo Pastikan Efisiensi Tak Ganggu Dana Daerah, Justru Untuk Rakyat
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Kamis, 28 Agustus 2025 16:20 WIB

TANGERANG – Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan pemerintah daerah tidak perlu khawatir dengan kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia memastikan langkah efisiensi tidak akan memotong dana transfer daerah, melainkan mengalihkan anggaran untuk membiayai program-program prioritas yang langsung dirasakan masyarakat.

“Efisiensi jangan diartikan potong transfer daerah. Ada yang langsung dan ada yang tidak langsung. Contohnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di desa-desa dan kabupaten,” ujar Prabowo saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (28/8/2025).

Ia menjelaskan, tahun ini pemerintah telah menyalurkan Rp171 triliun ke daerah, dan pada tahun depan jumlah itu meningkat menjadi Rp335 triliun yang akan masuk ke desa-desa.

Prabowo menambahkan, hingga Agustus 2025, program MBG telah menjangkau 23 juta penerima manfaat yang terdiri dari pelajar dan ibu hamil. Untuk mendukung distribusinya, lebih dari 6.600 dapur MBG telah disiapkan di berbagai daerah.

“Dapur-dapur ini tidak hanya memastikan distribusi makanan bergizi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Prabowo, target hingga akhir Desember 2025 adalah 82,9 juta penerima manfaat. “Semua anak-anak Indonesia, termasuk ibu-ibu hamil, mendapat manfaat dari program ini. Bahkan dunia sekarang ikut melirik program MBG,” katanya. 

Namun, ia mengakui keterbatasan APBN masih membuat pemerintah hanya bisa menyediakan makanan bergizi sekali sehari. “Itu pun sudah prestasi besar. Ada yang minta dua kali, tapi APBN bisa jebol. Maka efisiensi menjadi kuncinya,” tegasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww