Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
21 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
21 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Dari Jalanan DPR ke Meja Propam: Kasus Tewasnya Driver Ojol Jadi Ujian Integritas Polri

Dari Jalanan DPR ke Meja Propam: Kasus Tewasnya Driver Ojol Jadi Ujian Integritas Polri
Jum'at, 29 Agustus 2025 06:10 WIB

JAKARTA – Tragedi pengamanan aksi buruh di depan Gedung DPR/MPR, Kamis (28/8/2025), meninggalkan duka mendalam. Seorang driver ojek online bernama Affan meninggal dunia usai diduga terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Peristiwa ini langsung menjadi perhatian serius Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Tujuh anggota Brimob Polda Metro Jaya, termasuk seorang perwira, telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Kwitang.

“Pelaku sudah diamankan, tujuh orang yang ada dalam kendaraan sedang diperiksa. Kendaraan rantis juga disita,” kata Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, Jumat (29/8/2025).

Hingga kini, penyidik masih menelusuri siapa pengemudi rantis saat kejadian. “Peran masing-masing anggota masih didalami,” tambahnya.

Koalisi Ojol Indonesia membenarkan kabar wafatnya Affan. Korban sempat mendapat perawatan di RSCM sebelum akhirnya meninggal dunia. “Benar, korban terlindas dan meninggal dunia,” kata Andi, perwakilan Koalisi Ojol.

Komisioner Kompolnas, Chairul Anam, menilai kasus ini tidak bisa ditangani secara setengah hati. “Harus segera diidentifikasi siapa pengendara rantis itu, lalu ditegakkan hukum. Tidak kalah penting, pemulihan hak korban harus dilakukan,” ujarnya.

Anam juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi. “Publik berhak tahu kronologi utuh. Tanpa transparansi, kepercayaan terhadap Polri bisa runtuh,” tegasnya.

Selain mendesak penuntasan kasus, Kompolnas mengingatkan agar semua pihak, baik aparat maupun massa aksi, menghindari kekerasan. “Demokrasi menuntut ruang aspirasi, tapi keselamatan rakyat tetap harus diutamakan,” kata Anam.

Kompolnas memastikan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Tragedi Affan kini menjadi sorotan nasional, sekaligus ujian besar bagi Polri untuk menunjukkan bahwa nyawa rakyat tidak boleh dikorbankan di tengah demonstrasi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww