Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
23 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
24 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
5
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
6 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
6
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tangis, Teriakan, dan Api: Malam Panas di Depan DPR Usai Tragedi Affan

Tangis, Teriakan, dan Api: Malam Panas di Depan DPR Usai Tragedi Affan
Ilustrasi. Massa melakukan aksi demo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2025).
Sabtu, 30 Agustus 2025 06:35 WIB

JAKARTA – Malam Jumat (29/8/2025) di Senayan berubah jadi lautan emosi. Ribuan massa yang sejak siang memenuhi jalan depan Kompleks DPR/MPR akhirnya menjebol pagar besi di Gerbang 46C. Dentuman keras terdengar saat pagar ambruk, disambut sorak-sorai massa yang tak lagi bisa dibendung.

“Affan tidak sendiri!” teriak sekelompok mahasiswa dengan almamater biru. Nama pengemudi ojol yang tewas sehari sebelumnya, Affan Kurniawan, terus digemakan sebagai simbol perlawanan. Tragedi itu menjadi luka bersama yang memantik solidaritas di jalanan.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, berkali-kali menyerukan agar massa mundur. Namun, suara dari pengeras tidak mampu meredam kemarahan. Di tengah asap gas air mata, massa tetap bertahan, sebagian melemparkan petasan, botol, hingga molotov. Api pun berkobar di depan pagar yang jebol, menerangi wajah-wajah penuh amarah.

Dari sisi lain, aparat membalas dengan water canon. Derasnya semprotan air tak membuat massa mundur. Justru teriakan semakin nyaring, lagu perjuangan dinyanyikan, dan spanduk bertuliskan “Keadilan untuk Affan” dikibarkan di antara asap tebal.

Di antara kerumunan, para pengemudi ojol berdiri di barisan depan, memegang helm hijau mereka tinggi-tinggi. “Kami di sini untuk Affan!” kata Andi, salah satu ojol yang ikut aksi.

Hingga menjelang tengah malam, suasana kian panas. Kobaran api besar belum padam, gas air mata makin menyengat, namun massa tetap bertahan. Malam itu, Senayan bukan sekadar arena demonstrasi, melainkan panggung solidaritas yang lahir dari luka dan amarah rakyat. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:bisnis.com
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww