Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
11 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
16 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Non Olympic
1st Fujairah Global Chess Championship 2025

Adit dan Nayaka Kalah di Babak Akhir, GM Brewington Raih Gelar Juara

Adit dan Nayaka Kalah di Babak Akhir, GM Brewington Raih Gelar Juara
IM Nayaka Budhidarma harus mengakui keunggulan IM Arystanbek Urazayev (2490) dari Kazakhstan. (PB Percasi)
Selasa, 02 September 2025 16:56 WIB
Penulis: Azhari Nasution
ABU DHABI - Babak terakhir 1st Fujairah Global Chess Championship 2025 di Fujairah Chess & Culture Club, UAE, Senin (1/9/2025) waktu setempat, menjadi antiklimaks bagi dua pecatur muda Indonesia yang main di meja berjauhan. Baik IM Aditya Bagus Arfan (2399) maupun IM Nayaka Budhidarma (2389) harus menderita kalah dengan cara yang mirip.

Adit dikalahkan GM Cem Kaan Gokerkan (2464) dari Turki dalam 35 langkah pertahanan Caro-Kann variasi Fantasi. Adit dengan buah Hitam berhasil keluar dari tahap pembukaan dengan keseimbangan.

Di babak tengah sedikit demi sedikit ditekan, lalu kehilangan satu bidak di langkah 22. Setelah itu, Adit semakin terpojok dan sulit terhindar dari serangan mematikan dari kombinasi Menteri, Gajah dan Benteng milik Gokerkan.

Demikian pula Nayaka dikalahkan pecatur Kazakhstan IM Arystanbek Urazayev (2490) langkah 41 pertahanan Hindia Nimzo. Sama dengan buah Hitam, Nayaka mampu keluar dari tahap pembukaan dengan posisi berimbang.

Di babak tengah Nayaka juga mampu mempertahankan keseimbangan cukup lama, sampai ia kehilangan satu bidak di langkah 35. Saat itu, sudah masuk permainan akhir Menteri dengan Arystanbek punya lima bidak sedang Nayaka empat bidak. Arystanbek terus dapat memperbaiki posisinya hingga bidak lajur-a miliknya mencapai petak a6. Saat itulah harapan Nayaka padam.

GoNews.co IM Aditya Bagus Arfan menyerah
IM Aditya Bagus Arfan menyerah dari pecatur Turki, GM Cem Kaan Gokerkan.

Dengan hasil tersebut poin Adit tetap 5,5 (hasil +5 = 1 -3) dan bertengger di peringkat 54 dalam klasemen akhir. Nayaka dengan 5 poin (hasil +4 =2 -3) berada di peringkat 77 dari 239 peserta yang datang dari 55 negara.

Juara even berhadiah total 135 ribu dolar AS ini GM Brewington Hardaway (2499) dari Amerika Serikat dengan 7,5 poin. Hasil tersebut juga membuat rating Adit turun 1 poin, sedang Nayaka turun 4,2 poin.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB Percasi, Kristianus Liem mengatakan, pengalaman dari Fujairah ini mengajarkan bahwa para pecatur Indonesia masih harus terus banyak belajar dan berlatih.

"Persaingan semakin keras dan meningkat, bukan cuma dari negara-negara yang selama ini sudah diketahui kekuatannya, tapi juga dari negara-negara Timut Tengah yang terus membangun kekuatannya dengan mendatangkan banyak pelatih asing serta tentu saja menggelar banyak turnamen di semua kota," ujarnya. ***

wwwwww