Misteri Penangkapan Humas Gejayan Memanggil, Keluarga Klaim ke Jakarta Polisi Bantah
![]() |
| Ilustrasi. Humas Gejayan Memanggil disebut ditangkap di Bali. (antara foto/andreas fitri atmoko) |
JAKARTA – Kabar penangkapan Syahdan Husein, Humas gerakan Gejayan Memanggil, menambah panjang kisah kontroversi di tengah gelombang demonstrasi. Informasi simpang siur beredar: keluarga menyebut ia ditangkap di Bali lalu diterbangkan ke Jakarta, sementara Polda Bali justru membantah.
Abe, salah satu admin Gejayan Memanggil, mengatakan mendengar kabar Syahdan diamankan sekitar pukul 23.00 WITA di Bali. “Iya, Bang Syahdan ketangkep,” ujarnya, Selasa (2/9/2025). Namun, hingga kini alasan dan dasar penangkapan tak jelas.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, menyatakan tidak ada penangkapan terhadap Syahdan. “Enggak ada (penangkapan Syahdan Husein),” katanya singkat.
Di sisi lain, Direktur LBH Bali, Rezky Pratiwi, mengaku mendapat informasi dari keluarga bahwa Syahdan sudah dibawa ke Jakarta. “Tapi polisi di Bali bilang tidak ada nama Syahdan. Polda juga menutup akses informasi, jadi kami tidak bisa memastikan,” jelasnya.
Sebelumnya, Syahdan sempat jadi target doxing di media sosial. Ia dituduh menggunakan donasi aksi 25 Agustus untuk berlibur di Bali. Melalui video klarifikasi, Syahdan membantah tudingan itu. “Donasi baru dibuka dan belum ada dana masuk selain Rp500 ribu dari satu organisasi. Saya di Bali untuk bekerja, bukan liburan,” tegasnya.
Ia menilai serangan itu upaya sistematis membunuh karakter dan melemahkan gerakan sipil. “Foto-foto saya sengaja diedarkan, saya dikuntit bahkan di ruang pribadi. Ini fitnah receh, tapi jelas diarahkan untuk delegitimasi perjuangan,” ujarnya.
Bagi Syahdan, tekanan yang ia hadapi justru memperkuat komitmen. “Gerakan rakyat tidak berhenti di sini. Gejayan Memanggil, Reformasi Dikorupsi, Indonesia Gelap, dan September Hitam akan terus menyala,” katanya.
Hingga kini, misteri status Syahdan masih menggantung: ditangkap atau tidak? Publik menunggu kejelasan, sementara kabar yang beredar justru menambah kegelisahan gerakan sipil.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | PON, Nasional, Voli, Metropolitan |













