Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
23 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
16 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
20 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
15 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
18 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Audiensi Senayan Jadi Panggung Tarik-Ulur Antara Elit Parlemen dan Mahasiswa

Audiensi Senayan Jadi Panggung Tarik-Ulur Antara Elit Parlemen dan Mahasiswa
Tiga Wakil Ketua DPR menerima audiensi mahasiswa di Gedung DPR, Rabu 3 September 2025.
Rabu, 03 September 2025 20:35 WIB

JAKARTA – Pertemuan antara pimpinan DPR dengan mahasiswa dari BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Cipayung Plus pada Rabu (3/9/2025) menampilkan dua bahasa berbeda: bahasa formal elit politik dan bahasa desakan generasi muda.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, membuka pertemuan dengan permintaan maaf atas kekurangan parlemen. "Selaku pimpinan DPR, kami menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan serta kekurangan sebagai wakil rakyat," ucapnya di Gedung DPR, Senayan.

Dasco menambahkan, evaluasi akan dilakukan segera, termasuk penghentian tunjangan perumahan anggota DPR per 31 Agustus 2025, moratorium kunjungan luar negeri, hingga efisiensi kunjungan kerja di dalam negeri. Ia menegaskan DPR akan lebih transparan di bawah arahan Ketua DPR Puan Maharani.

Namun, di hadapan mahasiswa, kata-kata maaf itu terdengar hampa. Abdul Hakim dari HMI menantang pimpinan dewan untuk langsung menelepon Kapolri. "Segera telepon Kapolri, bebaskan kawan-kawan kami. Kita ini bukan pemberontak, kita menyampaikan aspirasi dengan benar," ujarnya tegas.

Mahasiswa menekankan bahwa rekan-rekan mereka yang ditangkap saat demonstrasi tidak melakukan kekerasan maupun perusakan. Tuntutan pembebasan menjadi harga mati.

Sayangnya, tantangan itu tak dijawab dengan aksi spontan. Dasco bersama Wakil Ketua DPR lain, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal, hanya menampung permintaan mahasiswa tanpa segera menindaklanjuti.

Momen itu menggambarkan jurang generasi: DPR dengan retorika formal dan janji evaluasi, berhadapan dengan mahasiswa yang menuntut langkah nyata, cepat, dan berani. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww