Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
22 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
17 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Voli

Polemik Mitra Ojol Temui Wapres, Perusahaan dan Garda Indonesia Saling Klaim

Polemik Mitra Ojol Temui Wapres, Perusahaan dan Garda Indonesia Saling Klaim
Sebanyak 4 perusahaan ojek online menjawab tudingan Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia soal mitra tak jelas temui Wapres Gibran di Istana.
Rabu, 03 September 2025 19:55 WIB

JAKARTA – Dialog Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) akhir Agustus 2025 meninggalkan kontroversi. Alih-alih memperkuat komunikasi pemerintah dengan para driver, pertemuan itu justru memperlihatkan perebutan legitimasi antara perusahaan aplikator dan asosiasi pengemudi.

Empat perusahaan besar—Grab, Gojek, Maxim, dan InDrive—segera mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pengemudi yang hadir adalah mitra mereka. Grab mengirimkan Riska dan Arief, Gojek memastikan kehadiran Cang Rahman, mitra sejak 2015, sementara Maxim dan InDrive juga mengonfirmasi keterlibatan mitra aktif mereka.

Namun, Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menolak klaim itu. Ketua Umum Garda, Raden Igun Wicaksono, menegaskan tidak mengenali siapa pun yang hadir di Istana Wakil Presiden. "Yang kami tahu, asosiasi kami resmi terdaftar di negara. Tapi kami justru tidak dilibatkan," ujarnya, Senin (1/9/2025). 

Igun bahkan menuding ada kemungkinan pemerintah lebih memilih menghadirkan perwakilan yang ditentukan perusahaan, bukan komunitas independen. Kecurigaan itu diperkuat dengan tudingan bahwa orang-orang yang datang sekadar memakai atribut ojol tanpa benar-benar membawa mandat dari driver di lapangan.

Polemik ini mengungkap tarik-menarik kepentingan: pemerintah mencari mitra dialog yang bisa dikendalikan, perusahaan mengukuhkan peran mereka sebagai penghubung, sementara asosiasi merasa terpinggirkan dari percakapan penting soal nasib jutaan pengemudi.

Pertemuan yang semula diniatkan sebagai ruang dengar pendapat kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar: siapa sebenarnya yang berhak bicara atas nama pengemudi ojol?. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww