Polemik Mitra Ojol Temui Wapres, Perusahaan dan Garda Indonesia Saling Klaim
![]() |
| Sebanyak 4 perusahaan ojek online menjawab tudingan Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia soal mitra tak jelas temui Wapres Gibran di Istana. |
JAKARTA – Dialog Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) akhir Agustus 2025 meninggalkan kontroversi. Alih-alih memperkuat komunikasi pemerintah dengan para driver, pertemuan itu justru memperlihatkan perebutan legitimasi antara perusahaan aplikator dan asosiasi pengemudi.
Empat perusahaan besar—Grab, Gojek, Maxim, dan InDrive—segera mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pengemudi yang hadir adalah mitra mereka. Grab mengirimkan Riska dan Arief, Gojek memastikan kehadiran Cang Rahman, mitra sejak 2015, sementara Maxim dan InDrive juga mengonfirmasi keterlibatan mitra aktif mereka.
Namun, Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menolak klaim itu. Ketua Umum Garda, Raden Igun Wicaksono, menegaskan tidak mengenali siapa pun yang hadir di Istana Wakil Presiden. "Yang kami tahu, asosiasi kami resmi terdaftar di negara. Tapi kami justru tidak dilibatkan," ujarnya, Senin (1/9/2025).
Igun bahkan menuding ada kemungkinan pemerintah lebih memilih menghadirkan perwakilan yang ditentukan perusahaan, bukan komunitas independen. Kecurigaan itu diperkuat dengan tudingan bahwa orang-orang yang datang sekadar memakai atribut ojol tanpa benar-benar membawa mandat dari driver di lapangan.
Polemik ini mengungkap tarik-menarik kepentingan: pemerintah mencari mitra dialog yang bisa dikendalikan, perusahaan mengukuhkan peran mereka sebagai penghubung, sementara asosiasi merasa terpinggirkan dari percakapan penting soal nasib jutaan pengemudi.
Pertemuan yang semula diniatkan sebagai ruang dengar pendapat kini justru menimbulkan pertanyaan mendasar: siapa sebenarnya yang berhak bicara atas nama pengemudi ojol?. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | Voli, Metropolitan, DKI Jakarta |













