Polemik Sahroni dan Nafa Urbach, NasDem Tekan DPR Cabut Semua Fasilitas
![]() |
JAKARTA – Fraksi Partai NasDem DPR RI mengambil langkah tegas terhadap dua anggotanya yang berstatus nonaktif, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Fraksi meminta agar gaji, tunjangan, hingga fasilitas yang melekat pada keduanya segera dihentikan.
Permintaan itu merupakan tindak lanjut dari Surat DPP NasDem Nomor 168-SE/DPP-NasDem/VIII yang menonaktifkan keduanya sejak 1 September 2025.
"Sebagai konsekuensi dari status nonaktif, Fraksi Partai NasDem DPR RI meminta penghentian sementara gaji, tunjangan, dan seluruh fasilitas. Ini bentuk konsistensi partai dalam menjaga mekanisme dan integritas," ujar Ketua Fraksi NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat, Selasa (2/9).
Viktor menegaskan bahwa Mahkamah Partai NasDem sudah menindaklanjuti status tersebut. Nantinya lembaga internal partai itu akan mengeluarkan keputusan final yang mengikat.
Menurutnya, langkah ini bukan hanya urusan disiplin partai, tetapi juga bagian dari menjaga kepercayaan masyarakat terhadap DPR. "Kami ingin proses ini berjalan transparan dan akuntabel," jelasnya.
Sebelumnya, Ahmad Sahroni menuai kecaman usai melontarkan pernyataan keras saat kunjungan kerja ke Polda Sumut, Jumat (22/8/2025). Ia menyebut orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai "tolol".
"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat, orang yang bilang bubarin DPR itu tolol sedunia," kata Sahroni.
Pernyataan itu menyulut kemarahan publik. Rumahnya di Tanjung Priuk pun diserang massa hingga dijarah. Situasi tersebut semakin menambah tekanan terhadap posisinya di DPR.
Sementara itu, Nafa Urbach yang juga dinonaktifkan oleh partai ikut terkena dampak kebijakan, meski tidak melontarkan pernyataan kontroversial seperti Sahroni. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Metropolitan, DKI Jakarta |













