Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
19 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
7 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
23 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
18 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Olympic

Warga Lokal Jadi Saksi Pertama, Temukan Helikopter Estindo Air Jatuh di Belumutan

Warga Lokal Jadi Saksi Pertama, Temukan Helikopter Estindo Air Jatuh di Belumutan
Penampakan buntut helikopter yang ditemukan jatuh di Hutan Mentewe Kalsel.
Kamis, 04 September 2025 06:03 WIB
TANAH BUMBU – Langkah berat menembus hutan dan tanjakan terjal Gunung Belumutan akhirnya berbuah penemuan mengejutkan. Remisor, warga Desa Gunung Raya, menjadi orang pertama yang melihat sisa-sisa helikopter Estindo Air usai hilang kontak sejak Senin (1/9/2025).

Tim pencarian berangkat Rabu dini hari dengan panduan koordinat dari KNKT. Perjalanan panjang tanpa hasil membuat tim hampir kehilangan arah, hingga Remisor menangkap bayangan aneh mirip atap pondok dari kejauhan.

“Setelah mendekat ternyata bagian ekor helikopter yang terpisah dari badan. Kami langsung yakin itu helikopter,” ujarnya, Rabu malam (3/9/2025).

Bangkai helikopter ditemukan dalam kondisi hangus, hanya sekitar 300 meter dari puncak Gunung Belumutan. Lokasi itu berada di lereng dengan kemiringan ekstrem 75 derajat, tak jauh dari titik terakhir helikopter terpantau.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, memastikan jasad pertama korban ditemukan pukul 15.53 Wita, berjarak sekitar 100 meter dari reruntuhan. “Tujuh korban lain masih dilakukan pencarian,” jelasnya.

Helikopter tipe BK117 D3 itu mengangkut delapan orang, terdiri dari seorang pilot, seorang engineer, serta enam penumpang. Mereka adalah Capt. Haryanto, Eng Hendra, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.

Tim SAR Alpha yang dipimpin Koordinator Pos SAR Kotabaru, Adi Maulana, memastikan posisi reruntuhan berada di titik 03° 5’6” S – 115° 37’39.07” E, sekitar 700 meter dari prediksi awal KNKT.

Hingga malam, tim terus berjibaku dengan medan terjal untuk mengevakuasi korban ke Posko Lapangan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, Kalimantan Selatan
wwwwww