Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
13 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
10 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
9 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Voli

Menkeu Baru Purbaya Soal 17+8 Tuntutan: Rakyat Masih Merasa Hidup Kurang

Menkeu Baru Purbaya Soal 17+8 Tuntutan: Rakyat Masih Merasa Hidup Kurang
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Kemenkeu, Jakarta, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/9/2025).
Selasa, 09 September 2025 10:01 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung dihadapkan pada pertanyaan soal “17+8 Tuntutan Rakyat” usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/9/2025). Aspirasi yang digaungkan mahasiswa dan publik ini dinilai mencerminkan keresahan rakyat kecil atas kondisi saat ini.

Purbaya mengaku belum mendalami isi tuntutan secara rinci. Namun ia menilai suara itu muncul karena sebagian masyarakat merasa hidupnya masih serba kekurangan. “Mungkin sebagian ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang,” ujarnya di Gedung Kemenkeu, Jakarta.

Ia meyakini fokus pada pemulihan ekonomi akan menjadi jawaban. “Begitu pertumbuhan ekonomi enam atau tujuh persen, keresahan itu hilang otomatis. Rakyat akan sibuk kerja dan makan enak dibanding demo,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga mengungkap arahan Presiden Prabowo agar ia mengejar pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen dalam 100 hari kerja. Target itu diakuinya amat berat. “Tahun ini delapan persen sulit. Dua atau tiga tahun lagi mungkin bisa tercapai. Untuk sekarang kita kembalikan dulu arah ekonomi yang melambat,” jelasnya.

Purbaya sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebelum menggantikan Sri Mulyani sebagai Menkeu. Ia dilantik bersamaan dengan sejumlah menteri baru, termasuk Ferry Juliantono (Menteri Koperasi), Mukhtarudin (Menteri Perlindungan Pekerja Migran), dan Moch Irfan Yusuf (Menteri Haji dan Umrah).

Meski optimis dengan pertumbuhan ekonomi sebagai solusi, publik masih menunggu bukti apakah strategi fiskal Purbaya akan benar-benar menjawab aspirasi rakyat yang terangkum dalam “17+8 Tuntutan” atau sekadar janji besar yang sulit diwujudkan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww