Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
16 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
10 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
10 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
11 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Perlawanan Sengit Tak Cukup, Indonesia U23 Gugur di Grup J

Perlawanan Sengit Tak Cukup, Indonesia U23 Gugur di Grup J
Pesepak bola timnas Indonesia U-23 Arkhan Fikri (tengah) berusaha melewati hadangan pesepak bola timnas Korea Selatan U-23 Lee Seungwon (kanan) dalam kualifikasi Grup J Piala Asia U-23 2026.
Rabu, 10 September 2025 05:10 WIB

SIDOARJO – Timnas U23 Indonesia harus mengakhiri perjalanan di Kualifikasi Piala Asia U23 2026 dengan kekecewaan. Bermain di Stadion Gelora Delta, Senin (8/9/2025), Garuda Muda kalah 0-1 dari Korea Selatan, sekaligus gagal merebut tiket ke putaran final di Arab Saudi.

Gol tunggal kemenangan Korea Selatan dicetak Hwang Doyun pada menit keenam. Sepakan kerasnya dari sudut sempit tak mampu dibendung kiper Cahya Supriadi. Sejak saat itu, Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan namun tidak kunjung membuahkan hasil.

Meski kalah skor, Garuda Muda tampil berani. Hokky Caraka sempat mendapat peluang emas di pertengahan babak pertama, sementara sundulan Arjuna Reski pada menit akhir juga hampir membobol gawang lawan. Namun, ketatnya lini belakang Korea Selatan membuat semua upaya pupus.

Di babak kedua, permainan Indonesia lebih agresif. Arkhan Fikri dan Zanadin Fariz menjadi motor serangan dari lini tengah, dengan Rafael Struick yang mencoba memecah konsentrasi bek lawan. Sayangnya, finishing masih menjadi persoalan besar.

Dengan hasil ini, Indonesia hanya mengoleksi empat poin, hasil dari kemenangan atas Makau dan imbang dengan Laos. Posisi runner-up grup tidak cukup untuk lolos, karena empat tiket runner-up terbaik sudah diperebutkan tim lain dengan poin lebih tinggi.

Korea Selatan keluar sebagai juara grup sempurna, meraih sembilan poin dari tiga laga tanpa kebobolan, sekaligus memastikan diri tampil di putaran final.

Kegagalan ini tentu menjadi tamparan, namun juga pelajaran penting bagi skuad muda Indonesia. Dukungan ribuan suporter di Sidoarjo menunjukkan bahwa Garuda Muda tetap mendapat tempat di hati publik, meski hasil akhir belum sesuai harapan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Sepakbola, DKI Jakarta, Jawa Timur
wwwwww