Bamus Suku Betawi 1982 Lestarikan Budaya Lewat Lomba
![]() |
| Bamus Suku Betawi 1982 Sukses Selenggarakan Festival Budaya Betawi. (Ist) |
Minggu, 21 September 2025 07:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Suku Betawi 1982 berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan ASETI (Asosiasi Seniman Tari Indonesia) menyelenggarakan Festival Budaya Betawi.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Salemba, Jakarta Pusat pada Sabtu (20/9/2025) ini diisi dengan lomba Tari Kreasi Betawi, Pantun, dan lomba Pencak Silat.
Lomba Tari Kreasi Betawi ini dimeriahkan oleh 20 kontestan dari lima wilayah DKI Jakarta untuk tingkat pelajar, sanggar, dan komunitas memperebutkan hadiah Piala Gubernur DKI Jakarta.
Acara meriah ini dihadiri Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Puspla Dirdjaja; serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta, Matsani.
kemudian, Ketua Majelis Adat Bamus Suku Betawi 1982 Mayjen TNI (Purn) Nachrowi Ramli; Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Zainuddin yang akrab disapa Haji Oding; Sekretaris Jenderal Bamus Suku Betawi 1982 Mohammad Ihsan; serta majelis adat dan pengurus harian Bamus Suku Betawi 1982.
Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Puspla Dirdjaja mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Bamus Suku Betawi 1982 dan ASETI yang telah sukses menyelenggarakan Festival Seni Budaya Betawi Tahun 2025.
"Dinas Kebudayaan DKI Jakarta sedang giat-giatnya menyelenggarakan program pemajuan kebudayaan Betawi. Budaya Betawi adalah kearifan lokal yang harus terus dimajukan dan disinergikan bersama," kata Puspla, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (21/9/2025).
Sementara itu, Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Haji Oding menjelaskan Tari Betawi adalah warisan leluhur dan sudah cukup dikenal di dunia. Tari Betawi adalah tari yang unik, pakaiannya mencolok dan berwarna warni.
"Waktu di Rusia, seniman kita membawakan Tari Topeng di Gedung Kesenian Rusia, setelah membawakannya, seluruh penonton standing applause atas penampilannya yang menakjubkan mengalahkan tarian dari negara lain. Maka wajar, mata uang kita 100 ribu rupiah bergambar Tari Betawi, sebuah apresiasi yang sangat luar biasa untuk tari Betawi," kata Haji Oding.
Haji Oding menegaskan, karena budaya dan peradaban Betawi sudah berkarya, berprestasi dan berdedikasi di tingkat global, maka Bamus Suku Betawi 1982 berkewajiban melestarikan tari Betawi.
"Festival Budaya Betawi ini dalam rangka melestarikan dan memajukan budaya Betawi," pungkas Haji Oding.
Sebagai informasi, Juara 1 Piala Gubernur DKI Jakarta lomba Tari Kreasi Festival Budaya Betawi Bamus Suku Betawi 1982 dimenangkan Sanggar Seni Budaya Indonesia Ksetra Kirana.
Kemudian, Juara 2 dengan Piala Wakil Gubernur DKI Jakarta diraih Sanggar Novi dan; dan Juara 3 berhak atas Piala Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta dari Sanggar Alyskia Denali.
Sementara, untuk Juara Harapan 1 dari Sanggar El Pro Art Dance; Juara Harapan 2 diraih Sanggar Komunitas Denok; dan Juara Harapan 3 dimenangkan Sanggar Putri Melati. ***
| Kategori | : | Hiburan, DKI Jakarta |













