Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda Momentum Tingkatkan Layanan Optimal
![]() |
| Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air, Ervan Purwanto. (Ist) |
Selasa, 23 September 2025 09:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Transformasi PAM Jaya dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) menjadi Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) dinilai sebagai langkah strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan air bagi masyarakat di DKI Jakarta.
Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air (PITA), Ervan Purwanto mengatakan, perubahan status hukum ini tidak sekadar formalitas, tetapi mencerminkan komitmen untuk memperkuat efisiensi operasional, pelayanan, serta inovasi dalam penyediaan air bersih.
"PAM Jaya yang sebelumnya berstatus sebagai Perumda sudah memiliki tanggung jawab besar dalam penyediaan air bersih. Namun, tantangan seperti infrastruktur yang menua, tingkat kebocoran tinggi, hingga tuntutan peningkatan layanan pelanggan harus segera diatasi. Beralih menjadi Perseroda akan membuat PAM Jaya bisa lebih fleksibel, adaptif, sekaligus menarik investasi lebih besar," kata Ervan, Senin (23/9/2025).
Ervan menegaskan, status Perseroda memberi ruang bagi PAM Jaya melakukan inovasi yang sebelumnya terhambat regulasi kaku. Salah satu fokus utama adalah peningkatan kualitas pelayanan. Melalui struktur yang lebih dinamis, PAM Jaya dapat lebih cepat merespons kebutuhan masyarakat.
"Pengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi sangat penting. Melalui aplikasi mobile, pelanggan bisa memantau penggunaan air, melaporkan gangguan, bahkan mendapat informasi real-time terkait proyek perbaikan infrastruktur. Ini meningkatkan transparansi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat," jelasnya.
Selain itu, lanjut Ervan, transformasi juga diarahkan untuk memperkuat sistem manajemen dan efisiensi operasional. Dengan status Perseroda, PAM Jaya memiliki keleluasaan lebih baik dalam mengelola SDM maupun keuangan.
"Peningkatan pelatihan karyawan, penerapan sistem manajemen modern, serta investasi teknologi seperti pemantauan kualitas air dan manajemen jaringan harus menjadi prioritas. Harapannya, kebocoran bisa ditekan dan distribusi air lebih merata," bebernya.
Namun, Ervan mengingatkan bahwa perjalanan transformasi ini bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah mengubah budaya organisasi.
"Karyawan yang terbiasa bekerja dalam struktur Perumda harus beradaptasi dengan pola kerja baru yang lebih berorientasi hasil dan pelayanan pelanggan. Proses ini butuh komunikasi intensif, dukungan manajemen, serta waktu untuk benar-benar berjalan efektif," terangnya.
Selain tantangan internal, menurut Ervan, persoalan pendanaan juga menjadi kunci. Peningkatan infrastruktur dan teknologi membutuhkan investasi besar. Karena itu, ia menilai perlu adanya kerja sama dengan pihak swasta serta pencarian sumber pendanaan alternatif.
"PAM Jaya juga harus melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan evaluasi. Suara publik penting untuk memastikan layanan benar-benar menjawab kebutuhan," bebernya.
Ervan memastikan, transformasi PAM Jaya menjadi Perseroda merupakan langkah penting bagi masa depan layanan air di Jakarta. Melalu inovasi, efisiensi operasional, dan manajemen yang modern, PAM Jaya berpeluang besar menghadirkan layanan yang lebih baik dan berkelanjutan.
"Meski tantangan masih ada, dengan komitmen kuat dan keterlibatan semua pihak, transformasi ini bisa menjadi momentum perbaikan signifikan," pungkasnya. ***
| Kategori | : | Korporasi, DKI Jakarta |













