Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
23 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
2
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
22 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
3
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
24 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
4
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
21 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
5
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
6
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
22 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Home  /  Berita  /  Nasional

Rekernas ke-4 BKMT Usung Tema Memberdayakan Umat Membangun Bangsa

Rekernas ke-4 BKMT Usung Tema Memberdayakan Umat Membangun Bangsa
Pembukaan Rakernas ke-4 BKMT. (Ist)
Jum'at, 26 September 2025 10:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA- Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-4 dengan tema "Memberdayakan Umat Membangun Negeri".

Rakernas yang berlangsung di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Kelurahan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur mulai 25-28 September 2025 ini diikuti ratusan perwakilan BKMT se-Indonesia.

 
Ketua Umum BKMT, Syifa Fauzia mengatakan, melalui tema yang diangkat dengan kiprahnya selama selama 44 tahun menegaskan peran BKMT melalui mejalis taklim dalam pemerdayaan umat, khususnya perempuan.
 
"Saya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas inisiatif ibunda kami Profesor Tuty Alawiyah yang mendirikan BKMT ini. Sehingga, sampai saat ini menjadi majelis taklim terbesar di Indonesia," kata Syifa, Jumat (26/9/2025).
 
Ia menegaskan, sejak berdiri pada 1 Januari 1981, BKMT bisa terus eksis hingga memiliki jutaan anggota di Indonesia dengan jumlah 95 persen adalah perempuan.
 
"Tidak hanya menjadi tempat belajar dan mengajar, tetapi majelis taklim harus punya peran yang besar, peran yang luas.
Untuk itu, yang tadinya terpisah antara majelis taklim dengan majelis taklim yang lainnya disatukan lewat wadah BKMT," tegasnya.
 
Ia mengajak, seluruh anggota BKMT untuk memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara, termasuk di bidang ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat di desa-desa.
 
"Melalui Rakernas ini, kami mempunyai beberapa tujuan. Pertama, adalah tujuan internal BKMT sebagai organisasi yang telah eksis selama 40 tahun," ucapnya.
 
Syifa menambahkan, dalam perencanaan yang akan kami lakukan dalam beberapa hal ini yang pertama tentunya adalah memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
 
"Kita menyadari bahwa BKMT mempunyai nilai-nilai dan value
yang sudah dibangun oleh Profesor Tuty Alawiyah. Ini adalah warisan akal dan warisan dakwah yang harus kita hayati bersama sebagai nilai-nilai luhur yang diharapkandapat membangun organisasi yang kita cintai ini," ungkap Syifa.
 
Kemudian, imbuh Syifa, terkait perencanaan program-program strategis dan kerja sama yang akan dilakukan di tahun 2026-2031.
 
"Ketiga adalah pemanfaatan sumber daya manusia BKMT yang luar biasa.
Kalau saya pergi ke daerah bertemu dengan para gubernur, para bupati dan wali kota. Alhamdulillah, di sini banyak sekali ibu-ibu, bupati, ibu-ibu wali kota yang menjadi ketua-ketua BKMT yang ada di daerah ataupun mendukung keberadaan BKMT, luar biasa," terangnya.
 
Dewan Pembina BKMT yang juga Senator DPD RI dari Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus menyampaikan, inilah saatnya BKMT mengambil peran sebagai kelompok dakwah, memberdayakan umat dan menjadi mitra strategis pemerintah sebagai kontribusi nyata untuk bangsa.
 
"InsyaAllah BKMT akan semakin kuat,
semakin kompak, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Marilah kita niatkan BKMT ini untuk menjadi penguat amat jariyah kita,
khususnya dalam menjalankan aktivitas dakwah," ajaknya.
 
Saya menyampaikan apresiasi kepada Syifa Fauzi yang dapat membawa BKMT semakin maju dan besar, memiliki anggota hingga di pelosok-pelosok Indoensia.
 
"Saya harap Rakernas ini dapat merumuskan program kerja terbaik dan membawa BKMT semakin baik lagi," tukasnya.
 
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menyebut, peran-peran BKMT sangat strategis.
 
"Mari sama-sama kita jaga ruh perjuangan Profesor Tuty Alawiyah untuk kebaikan umat, masyarakat, dan bangsa," ujarnya.
 
Yandri menyebut, jumlah desa di Indonesia mencapai 75.266 desa dengan penduduk hampir 280 juta dan 200 juta di antaranya ada di desa. 
 
Ia menjelaskan, salah satu permasalahan saat ini ada peredaran Narkoba yang sudah sampai ke desa-desak hingga merusak generasi muda.
 
"Kami sedang menjalankan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), saya mengajak BKMT untuk berkolaborasi dan mengambil peran agar masyarakat bisa menghindari Narkoba, termasuk melalui dakwah-dakwah yang dilakukan," pungkas Yandri. ***

Kategori:Nasional
wwwwww