Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
23 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
4
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
24 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
5
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
6
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
22 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Home  /  Berita  /  PON

Prabowo Pulang dengan Investasi dan Artefak, Tantangan Ada di Implementasi

Prabowo Pulang dengan Investasi dan Artefak, Tantangan Ada di Implementasi
Sabtu, 27 September 2025 16:23 WIB
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menutup rangkaian kunjungan luar negeri dengan catatan diplomasi yang sarat prestasi. Selama enam hari lawatan, Indonesia mengamankan komitmen investasi Rp380 triliun, membuka peluang perdagangan baru, hingga berhasil membawa pulang puluhan ribu artefak bersejarah dari Belanda.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyebut perjalanan dimulai pada 19 September 2025 dengan agenda utama menghadiri Sidang Umum PBB ke-80. "Dalam enam hari ini beliau mengunjungi empat negara," jelasnya, Sabtu (27/9/2025).

Di Jepang, Prabowo membuka pintu investasi besar lewat Expo Osaka 2025, dengan komitmen mencapai 23,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp380 triliun. Dari Amerika Serikat, ia mendapat sorotan internasional setelah menjadi salah satu pemimpin dunia yang berpidato di urutan awal Sidang PBB, menuai apresiasi dari berbagai negara. "Pidato beliau dianggap berani, tegas, dan konkret," kata Teddy.

Tak hanya diplomasi politik, pertemuan Prabowo dengan Presiden FIFA Gianni Infantino juga memberi sinyal positif bagi masa depan sepak bola Indonesia, khususnya pengembangan akademi pemain muda.

Capaian lain hadir di Kanada, di mana Indonesia dan Kanada menandatangani Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA). Kesepakatan ini memungkinkan 90,5 persen tarif barang Indonesia dihapus, membuka peluang besar bagi ekspor nasional.

Lawatan ditutup dengan momen bersejarah di Belanda. Prabowo diterima langsung Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan pengembalian sekitar 30.000 artefak Jawa, fosil, dan dokumen penting yang selama ini tersimpan di Belanda.

Meski demikian, capaian diplomasi ini masih menyisakan pekerjaan besar di dalam negeri. Komitmen investasi perlu diwujudkan dalam proyek nyata, perjanjian dagang menuntut kesiapan industri lokal, sementara artefak bersejarah harus dirawat agar menjadi bagian dari identitas bangsa. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:PON, Ekonomi, Basket
wwwwww