Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
15 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
9 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
9 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
9 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ada Operasi Politik, Romi: Untuk Pertama Kalinya PPP Tak Lolos Senayan dalam 51 Tahun

Ada Operasi Politik, Romi: Untuk Pertama Kalinya PPP Tak Lolos Senayan dalam 51 Tahun
Mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy.
Senin, 29 September 2025 05:55 WIB
JAKARTA – Mantan Ketua Umum PPP, M Romahurmuziy menilai kegagalan partainya masuk Senayan pada Pemilu 2024 menjadi catatan penting bagi perjalanan politik PPP. Hal itu disampaikannya di tengah memanasnya isu menjelang Muktamar X PPP yang digelar di Ancol, Jakarta, 27-28 September 2025.

"Kita hanya kurang 0,18 persen, dapat 3,82 persen suara. Ini sejarah baru karena dalam 11 kali Pemilu, baru kali ini kita tidak lolos. Dalam usia 51 tahun juga baru pertama kali. Tentu sangat mengejutkan, karena kita tidak pernah menyangka akan gagal," ujar Romi, Minggu malam (28/9/2025), dalam perbincangan bersama pengamat politik, Hendri Satrio, di kanal YouTube *Hendri Satrio Official*.

Ia menuding ada faktor eksternal yang membuat suara PPP terkikis. Romi menyebut ada partai yang mendapat keuntungan dari operasi politik yang melibatkan kekuatan besar.

"Pada waktu itu ada satu partai politik yang dibantu oleh kekuatan supra struktur negara agar bisa lolos. Pembilangnya mungkin tetap, tapi penyebutnya jadi besar. Itu karena suara tidak sah dipindahkan untuk menyelamatkan partai tersebut," jelasnya.

Hendri Satrio kemudian menyinggung ciri partai yang dimaksud, yakni partai yang baru mengganti logo. "Kita nggak perlu sebut namanya, cuma meraba-raba saja," katanya.

"Rabaan Bung Hendri ini nggak salah biasanya," sahut Romi sambil tersenyum.

Partai yang dituding tak lain adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini dipimpin oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:rmol.id
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww