Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
11 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Voli

Ketua MPP PKS Mulyanto: Saatnya Berantas Tuntas Korupsi Tambang

Ketua MPP PKS Mulyanto: Saatnya Berantas Tuntas Korupsi Tambang
Stop Korupsi. (Ist)
Selasa, 30 September 2025 23:04 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Semangat Presiden Prabowo Subianto memberantas korupsi mendapat dukungan dari Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto.

Mulyanto sepakat dengan pernyataan Presiden Prabowo dalam penutupan Munas VI PKS di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025), bahwa korupsi di Indonesia sudah mencapai tahap yang memprihatinkan. Apalagi korupsi yang setengah resmi di sektor pengelolaan SDA.

Presiden Prabowo menyatakan bahwa dari upaya penindakan korupsi sektor tambang saja sudah dapat dihemat uang ratusan triliun Rupiah, yang dapat digunakan untuk membiayai proyek strategis nasional.

Karena itu Mulyanto menilai sekarang saat yang tepat untuk memaksimalisasi upaya pemberatasan korupsi di sektor pertambangan tersebut. "Rakyat sudah menunggu lama sikap tegas pemerintah soal ini," tegasnya.

Mulyanto sarankan Pemerintah segera terbitkan surat keputusan pembentukan Satgas Terpadu Pemberantasan Tambang Ilegal, yang sudah lama ditunggu publik.

"Karena Satgas Terpadu tak kunjung terbentuk, Pemerintah dinilai publik tidak sungguh-sungguh dalam menuntaskan masalah mafia tambang ilegal yang dibeking aparat, bahkan pejabat tinggi berbintang," tambah Mulyanto.

Mulyanto menyebut sentralisasi kewenangan pertambangan dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat melalui revisi UU Minerba, mesti diimbangi dengan pengelolaan perizinan dan pengawasan yang baik, agar penambangan ilegal ini tidak semakin merebak, apalagi di tengah kondisi keuangan negara yang semakin ketat.

Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 minta aparat penegak hukum berani mengusut dugaan permainan tambang termasuk kasus tambang "blok Medan", yakni tambang nikel milik anak dan menantu mantan Presiden Jokowi di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku.

Sebelumnya, hal tersebut terungkap dalam persidangan mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba yang digelar di Pengadilan Negeri Ternate pada Rabu, 31 Juli 2024.

“Pemerintah harus berani mengungkap kasus-kasus tambang ilegal tersebut. Jangan pandang bulu. Kalau ini dilakukan tentu akan menumbuhkan optimisme publik. Apalagi Kabinet Presiden Prabowo sudah berjalan mencapai hampir satu tahun,” tegasnya. ***

wwwwww